Mentan Zulhas Pastikan Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Ketahanan Pangan Nasional

- Kamis, 12 Maret 2026 | 19:15 WIB
Mentan Zulhas Pastikan Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Ketahanan Pangan Nasional

Di tengah ketegangan global yang memanas, kabar baik datang dari sektor pangan nasional. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas, dengan tegas menyatakan situasi di Timur Tengah tidak akan menggoyah ketahanan pangan kita. Alasannya sederhana: Indonesia tak mengandalkan impor bahan makanan dari kawasan yang sedang bergejolak itu.

Pernyataan itu disampaikan Zulhas di hadapan para wartawan, tepatnya di Kantor DPP PAN, Jakarta Selatan, pada Kamis lalu. Suasana saat itu terlihat cukup santai, meski topik yang dibicarakan serius.

"Jadi semua aman," ujarnya meyakinkan.

"Walaupun ada perang di Timur Tengah, pangan kita tidak terpengaruh. Soalnya, kita tidak ada impor pangan dari sana," jelas Zulhas lebih lanjut.

Memang, Indonesia masih mengimpor beberapa komoditas. Tapi menurut sang menteri, sumbernya bukan dari wilayah konflik. Gandum, misalnya, didatangkan dari Eropa dan Kanada. Sementara untuk kebutuhan pokok lainnya, Zulhas menyebut kita sudah mampu memproduksi sendiri. Swasembada beras dan jagung sudah tercapai. Begitu pula dengan pasokan ayam dan ikan yang menurutnya sudah lebih dari cukup.

"Yang kita impor cuma gandum, dan itu bukan dari Timur Tengah," tegasnya sekali lagi.

Di sisi lain, persiapan menghadapi momen Lebaran juga tak luput dari perhatian. Zulhas memastikan stok pangan yang ada saat ini tidak hanya aman untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mencukupi untuk jangka panjang. Bahkan, kata dia, cadangan itu bisa bertahan hingga satu tahun ke depan.

Dengan nada optimis, ia menutup pembicaraan. "(Stok pangan) Cukup setahun ya. Makasih ya, makasih banyak ya," tutup Zulhas.

Informasi ini tentu menjadi angin segar, meredakan kekhawatiran akan gejolak harga atau kelangkaan stok meski peta politik internasional sedang tidak stabil.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar