Iran menyatakan kesiapannya untuk membantu kapal-kapal Jepang melintasi Selat Hormuz. Jalur sempit itu memang vital untuk pasokan bahan bakar global. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang dengan tegas membantah negaranya menutup akses pelayaran di selat tersebut.
Menurut sejumlah saksi, situasi di sana sempat mencekam. Sebagai balasan atas serangan AS dan Israel, Iran sebelumnya efektif menutup selat itu. Akibatnya, negara-negara yang bergantung pada rute ini, termasuk Jepang, pun kalang kabut. Mereka berburu rute alternatif dan menggerakkan cadangan minyak yang ada.
Nah, dalam wawancara telepon dengan Kyodo News pada Jumat lalu, Araghchi justru meluruskan narasi itu. Ia menyangkal penutupan dan malah menawarkan bantuan.
"Kami belum menutup selat tersebut. Selat itu terbuka," tegasnya.
Artikel Terkait
Mengenal Tradisi Unik Lebaran di Indonesia, dari Ketupat hingga Grebeg Syawal
Warga Depok Antre sejak Pagi di Istana Demi Sembako, Cerita di Balik Open House
Pemerintah Beri Remisi Idulfitri ke 155.908 Warga Binaan, 1.162 Langsung Bebas
Petugas Kebersihan Purwakarta Tinggalkan Keluarga Demi Kebersihan Kota Saat Lebaran