Gubernur BI dan Menkeu Berturut-turut Kunjungi China, Perkuat Kerja Sama Keuangan dan Perdagangan Bilateral

- Jumat, 12 Juni 2026 | 07:30 WIB
Gubernur BI dan Menkeu Berturut-turut Kunjungi China, Perkuat Kerja Sama Keuangan dan Perdagangan Bilateral

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, dan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, dijadwalkan melakukan kunjungan ke China dalam waktu berdekatan. Langkah ini diambil untuk mempererat kerja sama bilateral antara Indonesia dan China, khususnya di sektor keuangan dan perdagangan.

Duta Besar Republik Rakyat China untuk Indonesia, Wang Lutong, mengonfirmasi agenda kunjungan tersebut dalam sebuah acara di Jakarta, Kamis (11/6/2026) malam. Ia menyatakan bahwa Gubernur BI sedang berada di China pada pekan ini, sementara Menteri Keuangan dijadwalkan menyusul pada pekan depan.

Pernyataan itu disampaikan Wang di sela-sela acara bertajuk "Silk Road Night Market Reunion" yang digelar di Gedung Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya penguatan hubungan timbal balik antara kedua negara.

Pada Kamis lalu, Perry Warjiyo telah menandatangani perjanjian penguatan kerja sama Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) dengan Gubernur People's Bank of China (PBOC), Pan Gongsheng, di Shanghai. Kesepakatan ini bertujuan memperdalam penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral serta mempermudah pembayaran lintas batas antara Indonesia dan China.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah mengungkapkan rencananya untuk melakukan kunjungan ke China beberapa waktu lalu. Ia menyebut bahwa salah satu agenda utama dalam kunjungan tersebut adalah melakukan roadshow terkait rencana penerbitan surat utang negara berdenominasi yuan atau yang dikenal sebagai Panda Bond.

Dubes Wang menambahkan bahwa kerja sama di sektor keuangan perlu terus diperkuat. Ia menyoroti perkembangan sistem pembayaran digital Indonesia, QRIS, yang kini mulai marak digunakan di China.

"Itu adalah perkembangan yang sangat menarik. Jadi kami ingin mendukung dalam hal-hal tersebut," ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya hubungan yang saling menguntungkan. Tidak hanya QRIS, Wang berharap sistem pembayaran digital asal China seperti Alipay dan WeChat juga dapat digunakan secara luas di Indonesia, guna memperlancar transaksi antara warga kedua negara.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar