Netanyahu: Trump Berjanji Setiap Kesepakatan dengan Iran Wajib Sertakan Penghapusan Material Nuklir

- Jumat, 12 Juni 2026 | 07:40 WIB
Netanyahu: Trump Berjanji Setiap Kesepakatan dengan Iran Wajib Sertakan Penghapusan Material Nuklir

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah berjanji untuk memastikan setiap kesepakatan yang dicapai antara Washington dan Teheran akan mencakup penghapusan seluruh material nuklir yang diperkaya milik Iran. Netanyahu juga menyampaikan dukungannya terhadap upaya Trump dalam membatasi program nuklir dan rudal Iran.

Pernyataan itu disampaikan kantor Netanyahu melalui akun media sosial X, Jumat (12/6/2026), setelah keduanya melakukan pembicaraan. Dalam pernyataan tersebut, Netanyahu menegaskan bahwa meskipun Israel bukan pihak dalam nota kesepahaman, ia menyampaikan apresiasinya atas komitmen Trump bahwa perjanjian akhir pada akhir negosiasi akan mencakup penghapusan material yang diperkaya milik Iran.

“Pembongkaran infrastruktur pengayaan, pembatasan produksi rudal, dan penghentian dukungan Iran terhadap proksi terorisnya di kawasan tersebut,” demikian bunyi pernyataan tambahan dari kantor Netanyahu.

Di sisi lain, Iran menyatakan bahwa negosiasi dengan Amerika Serikat belum mencapai titik akhir. Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap pengumuman Trump yang menyebut adanya “penyelesaian besar” untuk mengakhiri ketegangan.

“Sejauh ini, Iran belum mencapai kesimpulan akhir mengenai kesepakatan tersebut,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei.

Kantor berita Tasnim, yang dekat dengan kalangan keamanan Iran, mencatat bahwa Trump telah mengumumkan akan segera tercapainya kesepakatan sebanyak 38 kali dalam dua bulan terakhir. Kantor berita tersebut pun mengingatkan agar pernyataan Trump tidak serta-merta dipercaya.

“Sampai Iran mengumumkan masalah potensi kesepahaman, setiap berita dari Trump mengenai masalah ini harus dianggap sama dengan pesan-pesan sebelumnya,” demikian peringatan dari kantor berita tersebut.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar