Voetbal Nieuws Soroti Kecocokan Herdman: Pilihan Logis untuk Indonesia

- Senin, 05 Januari 2026 | 17:10 WIB
Voetbal Nieuws Soroti Kecocokan Herdman: Pilihan Logis untuk Indonesia

AMSTERDAM Kabar resmi soal pelatih baru Timnas Indonesia akhirnya keluar juga. John Herdman, sang arsitek di balik kebangkitan Kanada, resmi ditunjuk PSSI Sabtu lalu. Kontraknya dua tahun, dengan opsi perpanjangan. Nah, soal penunjukan ini, media Belanda Voetbal Nieuws punya pandangan menarik. Mereka justru menilai langkah PSSI ini tepat sasaran.

Alasannya sederhana: latar belakang Herdman dinilai sangat cocok dengan kondisi Garuda sekarang. Dia punya pengalaman panjang membangun tim dari nol, persis seperti yang dia lakukan dengan Kanada. Ingat, Kanada itu sebelumnya jarang banget muncul di peta sepak bola dunia, tapi Herdman berhasil membawa mereka ke Piala Dunia setelah penantian puluhan tahun. Pengalaman semacam ini yang dianggap modal berharga.

Memang, tugasnya di Indonesia tidak akan mudah. Dia datang untuk menggantikan Patrick Kluivert yang dicopot Oktober lalu, pasca kegagalan Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026. Suasana kecewa pasti masih tersisa. Tapi justru di situlah tantangannya. Herdman diharapkan bisa jadi awal baru, membenahi banyak hal mulai dari mental pemain sampai struktur tim secara keseluruhan.

Voetbal Nieuws secara khusus menyoroti kemiripan antara proyek Kanada dulu dan Indonesia sekarang. Keduanya sama-sama mengandalkan campuran pemain lokal dan pemain keturunan. Kanada punya banyak pemain yang tumbuh di liga Eropa, sementara Indonesia kerap memanggil pemain dengan akar Belanda. Persoalannya sering sama: konsistensi dan tantangan organisasi di dalam tubuh sendiri.

"Dengan pengalamannya mengembangkan struktur sepak bola dan kemampuannya yang terbukti untuk memperkuat tim secara mental dan fisik, Herdman tampaknya merupakan pilihan yang logis untuk negara seperti Indonesia," tulis media tersebut.

"Tim nasional Indonesia memiliki perpaduan antara talenta lokal dan pemain dengan akar Eropa. Pada saat yang sama, tim ini juga bergumul dengan performa yang tidak konsisten dan tantangan organisasi," sambung mereka.

Jadi, apa fokus utama Herdman sekarang? Menjaga stabilitas. Lalu membangun fondasi yang kokoh untuk jangka panjang. Media Belanda itu menekankan, perhatiannya terhadap detail akan jadi kunci. Dia bukan cuma pelatih yang menyiapkan taktik untuk satu atau dua pertandingan, tapi seorang pembangun tim.

"Tugas Herdman adalah mengatasi hal ini dengan stabilitas dan visi yang jelas, dengan memperhatikan jangka pendek dan jangka panjang," tutup tulisan itu.

Ekspektasinya tentu besar. Sorotan akan tertuju padanya, menunggu apakah pria berusia 50 tahun ini sanggup membawa Skuad Garuda naik kelas. Jawabannya ada di tangan Herdman, dan waktu.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar