Bank Jago menutup tahun 2025 dengan catatan kinerja yang mengesankan. Laba bersihnya melonjak lebih dari dua kali lipat, menunjukkan akselerasi bisnis yang cukup signifikan. Tepatnya, laba bersih mencapai Rp276 miliar, naik 114% dari posisi Rp129 miliar di tahun sebelumnya.
Pertumbuhan itu tentu bukan datang tiba-tiba. Di balik angka laba yang fantastis, ada peningkatan jumlah nasabah yang jadi fondasi utama. Hingga akhir tahun lalu, nasabah Bank Jago bertambah hampir 3 juta, dari 15,3 juta menjadi 18,2 juta. Wajar saja, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) ikut terdongkrak 38% menjadi Rp18,8 triliun.
Menurut Direktur Utama Bank Jago, Arief Harris, korelasi antara pertumbuhan nasabah dan dana yang masuk sangatlah jelas.
"Kami melihat hubungan yang kuat antara pertumbuhan nasabah dan peningkatan DPK. Ini mencerminkan nasabah semakin banyak dan percaya untuk memanfaatkan produk dan layanan Bank Jago sebagai bagian dari pengelolaan keuangan mereka," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (12/3/2026).
Di sisi lain, sisi penyaluran kredit juga tak kalah panas. Bank yang dihuni Jerry Ng dan Patrick Walujo ini menyalurkan kredit senilai Rp24,3 triliun, tumbuh 38% dari tahun 2024. Yang menarik, pertumbuhan agresif ini ternyata dibarengi dengan kualitas kredit yang terjaga ketat. Rasio kredit bermasalah (NPL gross) mereka cuma 0,6%, jauh lebih baik ketimbang rata-rata industri perbankan nasional.
Artikel Terkait
Mentan Zulhas Pastikan Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Ketahanan Pangan Nasional
RUU Hak Cipta Usulkan Karya Jurnalistik Dilindungi Hak Eksklusif dan Royalti
Pemerintah Rencanakan Pagar Raksasa untuk Atasi Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas
Telkom Konsolidasikan Aset Fiber BUMN Lain ke InfraNexia untuk Dongkrak Pasar