Laba Bersih Bank Jago Melonjak 114% pada 2025, Didorong Pertumbuhan Nasabah

- Kamis, 12 Maret 2026 | 18:40 WIB
Laba Bersih Bank Jago Melonjak 114% pada 2025, Didorong Pertumbuhan Nasabah

Bank Jago menutup tahun 2025 dengan catatan kinerja yang mengesankan. Laba bersihnya melonjak lebih dari dua kali lipat, menunjukkan akselerasi bisnis yang cukup signifikan. Tepatnya, laba bersih mencapai Rp276 miliar, naik 114% dari posisi Rp129 miliar di tahun sebelumnya.

Pertumbuhan itu tentu bukan datang tiba-tiba. Di balik angka laba yang fantastis, ada peningkatan jumlah nasabah yang jadi fondasi utama. Hingga akhir tahun lalu, nasabah Bank Jago bertambah hampir 3 juta, dari 15,3 juta menjadi 18,2 juta. Wajar saja, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) ikut terdongkrak 38% menjadi Rp18,8 triliun.

Menurut Direktur Utama Bank Jago, Arief Harris, korelasi antara pertumbuhan nasabah dan dana yang masuk sangatlah jelas.

"Kami melihat hubungan yang kuat antara pertumbuhan nasabah dan peningkatan DPK. Ini mencerminkan nasabah semakin banyak dan percaya untuk memanfaatkan produk dan layanan Bank Jago sebagai bagian dari pengelolaan keuangan mereka," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (12/3/2026).

Di sisi lain, sisi penyaluran kredit juga tak kalah panas. Bank yang dihuni Jerry Ng dan Patrick Walujo ini menyalurkan kredit senilai Rp24,3 triliun, tumbuh 38% dari tahun 2024. Yang menarik, pertumbuhan agresif ini ternyata dibarengi dengan kualitas kredit yang terjaga ketat. Rasio kredit bermasalah (NPL gross) mereka cuma 0,6%, jauh lebih baik ketimbang rata-rata industri perbankan nasional.

Soal inovasi, Bank Jago memang tak pernah berhenti. Aplikasi Jago terus dikembangkan, dengan fitur unggulan seperti Kantong (Pockets) yang bisa dipersonalisasi. Belum lama ini, mereka meluncurkan Kantong Valas untuk transaksi mata uang asing dan Kartu Digital Pro yang dikhususkan bagi pelaku usaha individu. Kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, dari platform digital hingga lembaga keuangan, tetap jadi motor penggerak. Mereka juga punya Jago Dana Cepat, skema pembiayaan langsung berbasis aplikasi yang mengusung konsep bertanggung jawab.

Dampak dari semua itu terlihat pada neraca. Total aset Bank Jago membengkak 28% menjadi Rp36,5 triliun. Likuiditas dan permodalan pun tampak sehat. Rasio LDR ada di 94%, sementara CAR-nya sangat kuat di level 31,6%. Angka-angka ini memberi ruang yang lapang bagi bank untuk terus berekspansi.

Di akhir pernyataannya, Arief Harris menyampaikan apresiasi.

"Kami mengapresiasi seluruh nasabah, mitra, dan stakeholders Bank Jago lainnya atas kepercayaan dan kolaborasi selama ini. Pencapaian 2025 terus memotivasi kami untuk berinovasi dan berkolaborasi dalam menyediakan produk dan layanan keuangan yang dapat meningkatkan kehidupan jutaan nasabah di Indonesia," pungkasnya.

Singkatnya, tahun 2025 adalah tahun yang gemilang bagi Bank Jago. Mereka bukan cuma tumbuh, tapi tumbuh dengan kualitas yang terjaga. Sebuah kombinasi yang sulit didapatkan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar