Di tengah arus normalisasi ekonomi, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) justru menunjukkan ketangguhannya. Perusahaan ini berhasil mempertahankan laju pertumbuhan yang sehat sepanjang 2025. Yang menarik, pertumbuhan itu datang dari dua sumber: pasar dalam negeri yang solid dan kinerja ekspor yang benar-benar melesat.
Laba bersih perseroan tahun lalu tercatat Rp1,23 triliun. Angka ini naik sekitar 4,9% dibandingkan realisasi 2024 yang sebesar Rp1,17 triliun. Margin laba bersihnya pun sedikit menguat, dari 29,88% menjadi 30,12%. Sementara itu, penjualan mereka menyentuh Rp4,08 triliun, tumbuh 4% secara tahunan. Pendorong utamanya? Permintaan domestik yang tetap stabil, sementara penjualan ke luar negeri melonjak hingga 31%.
Dari sisi operasional, laba kotor Sido Muncul mencapai Rp2,36 triliun dengan margin bruto yang bertahan di kisaran 58%. Laba usaha mereka juga naik 5% menjadi Rp1,54 triliun. Efisiensi pengelolaan modalnya terlihat dari rasio Return on Equity (ROE) yang mencapai 39% dan Return on Asset (ROA) di level 33%.
"SIDO tetap mempertahankan posisi keuangan tanpa utang,"
demikian penegasan manajemen perusahaan dalam keterangan resminya, Senin (2/3/2026).
Artikel Terkait
PJHB Ganti Galangan Kapal Ketiga, Beralih ke TSU karena Harga Lebih Kompetitif
KISI Challenge Berakhir, BYD Denza D9 dan Hermès Birkin 25 Diberikan ke Pemenang
IHSG Terkoreksi 1,6%, Mayoritas Sektor Tertekan di Awal Pekan
BEI Jatuhkan Lebih dari 3.000 Sanksi Sepanjang 2025, Mayoritas Keterlambatan Laporan