Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi langsung kepada Kepala Kantor Staf Presiden, Dudung Abdurachman, untuk melakukan penelusuran terhadap celah potensi korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil setelah muncul indikasi adanya praktik jual beli titik lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau yang lebih dikenal sebagai dapur MBG.
“Banyak celahnya, banyak celahnya. Ya salah satunya saya dapat informasi tentang ada jual-beli titik. Ya itu ada itu, salah satunya ya. Nanti akan saya lihat itu jual-beli titik,” ujar Dudung saat ditemui di gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, pada Selasa (5/5/2026).
Meski telah mengonfirmasi adanya praktik tersebut, Dudung belum bersedia membeberkan secara rinci celah-celah lain yang berpotensi menimbulkan ketimpangan dalam pelaksanaan program. Ia menegaskan akan turun langsung ke lapangan untuk memverifikasi seluruh temuan, termasuk yang berkaitan dengan kualitas makanan yang disalurkan.
“Ah nanti, banyak, jangan saya buka semua di sini ya,” katanya.
“Nanti itu juga akan ada yang kita temukan. Jadi kalau misalnya ditemukan makanannya pun yang kemudian ya inilah yang akhirnya ada keracunan, yang kemudian kualitas dan sebagainya, nanti akan saya cek langsung di lapangan,” lanjut Dudung.
Artikel Terkait
Pemkab Bogor Siapkan Rp100 Miliar untuk Pembebasan Lahan Jalur Khusus Tambang di Tiga Kecamatan
Kemensos Targetkan 32.000 Siswa Baru di Sekolah Rakyat pada Juli 2026
Anggota DPR AS Krishnamoorthi Pertanyakan Klaim Trump soal Berakhirnya Perang dengan Iran
Hakim Desak Oditur Hadirkan Ahli Kimia untuk Uji Cairan Pembersih Karat dan Air Aki yang Disiram ke Aktivis KontraS