KBRI Tunis Gelar Malam Nuzulul Quran, Serukan Al-Quran Sebagai Elan Peradaban

- Minggu, 08 Maret 2026 | 04:45 WIB
KBRI Tunis Gelar Malam Nuzulul Quran, Serukan Al-Quran Sebagai Elan Peradaban

Di Tunis, suasana hangat terasa di Wisma Duta Besar, Jumat (6/3) lalu. KBRI setempat mengadakan peringatan Malam Nuzulul Quran, yang dihadiri oleh para diplomat dan WNI yang tinggal di Tunisia. Acara ini bukan sekadar ritual tahunan, tapi punya makna lebih dalam.

Duta Besar RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, menekankan bahwa momen ini sangat penting. Ia melihatnya sebagai kesempatan bagi bangsa Indonesia untuk menyelami nilai-nilai Islam yang terkandung dalam Al-Quran.

"Alhamdulillah, KBRI dapat menyelenggarakan Malam Nuzulul Quran dalam rangka melanjutkan tradisi baik yang dipancangkan Bung Karno," ujar Zuhairi.

Menurutnya, sang proklamator menghendaki Al-Quran menjadi sumber utama 'api Islam'. Api yang dimaksud, lanjutnya, diharapkan bisa membangkitkan kembali semangat revolusi rakyat Indonesia.

Ia pun menyoroti peran para mahasiswa Indonesia di Tunisia. Mereka, kata Dubes, bisa mengambil peran aktif. "Kita sejatinya benar-benar mampu menggali, menyelami, dan memahami Al Quran dalam konteks membangun peradaban Indonesia," tegasnya.

Baginya, bangsa yang besar adalah bangsa yang menjadikan kitab sucinya sebagai pendorong, sebagai 'elan', dalam membangun sains dan peradaban.

Di sisi lain, nuansa spiritual dan sosial juga mengemuka. Ustadz Ismail, seorang kandidat doktor dari Universitas Zaitunah, memberikan perspektifnya.

Ia mengatakan bulan Ramadhan harus dimaknai lebih dari sekadar puasa. Momentum ini, tuturnya, idealnya digunakan untuk membangun spiritualitas yang kokoh.

Tak hanya itu. Ramadhan juga saat yang tepat untuk memperkuat ekonomi dan, yang tidak kalah penting, menumbuhkan budaya hidup bersama di tengah masyarakat. Pandangannya ini melengkapi diskusi seputar peran agama dalam membangun peradaban yang sempat mengemuka sebelumnya.

Acara malam itu pun berakhir dengan kesan mendalam. Tampak jelas, upaya untuk menghidupkan tradisi dan menggali nilai-nilai keislaman terus dilakukan, bahkan ribuan kilometer dari tanah air.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar