Trump Buka Pintu Negosiasi dengan Kuba, tapi Ancaman Militer Masih Menggantung

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 23:25 WIB
Trump Buka Pintu Negosiasi dengan Kuba, tapi Ancaman Militer Masih Menggantung

Di acara 'Shield of the Americas' yang digelar Sabtu lalu, Donald Trump menyampaikan sesuatu yang cukup mengejutkan. Presiden Amerika Serikat itu menyebut Kuba kini berada 'di ujung tanduk'. Tapi, di tengah ancaman militer yang kerap dilontarkan, Trump justru mengungkapkan bahwa Havana rupanya ingin bernegosiasi.

"Mereka ingin bernegosiasi, dan mereka sedang bernegosiasi dengan Marco (Rubio) dan saya, serta beberapa orang lain," ujar Trump.

Dia tampak optimis. "Saya yakin kesepakatan dengan Kuba akan tercapai dengan mudah," tambahnya.

Menurutnya, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, akan memimpin proses negosiasi itu. Trump bahkan memuji Rubio yang disebutnya telah melakukan "pekerjaan fantastis" di Kuba, dengan memperketat sanksi-sanksi yang memang ditujukan untuk menekan ekonomi pulau tersebut.

"Apa yang terjadi dengan Kuba sungguh luar biasa," cetusnya.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar