Kali Angke Siaga 2, Genangan di Kembangan Selatan Belum Surut

- Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB
Kali Angke Siaga 2, Genangan di Kembangan Selatan Belum Surut

Pos pemantauan Kali Angke di Jakarta Barat masih berada pada status siaga 2, yang berarti ketinggian air berada pada level waspada dan berpotensi meluap. Kondisi ini menyebabkan genangan air masih merendam kawasan RT 1 RW 1, Kembangan Selatan, hingga saat ini. Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Barat, Mustajab, mengonfirmasi bahwa debit air di lokasi tersebut masih cukup tinggi dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan signifikan.

“Masih tinggi, masih tinggi, cukup tinggi. Siaga 2. Pos Kali Angke Siaga 2,” ujar Mustajab kepada wartawan usai meninjau lokasi banjir di Kembangan Selatan, Selasa (5/5/2026). Ia menjelaskan bahwa upaya pengurasan genangan terus dilakukan, namun terkendala oleh kondisi Kali Angke yang belum surut. Truk tangki milik Suku Dinas Pertamanan dikerahkan untuk menyedot air, tetapi proses ini belum bisa berjalan maksimal.

“Disedot tetap kita lakukan, tapi harus Kali Angke surut terlebih dahulu. Kalau Kali Angke surut, baru bisa kita keringkan dengan sempurna,” ungkapnya.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Jakarta Barat telah menyiapkan langkah antisipasi jangka panjang untuk mengatasi persoalan banjir di kawasan tersebut. Salah satu solusi yang tengah digarap adalah pembangunan saluran penghubung langsung ke Kali Angke. Proyek ini ditargetkan rampung dalam waktu empat tahun ke depan. Mustajab menjelaskan bahwa sistem tata air di Ring Road Kembangan Selatan memiliki dua titik masuk air, yakni PHB Tunas Muda dan PHB Pasar Minggu, yang menjadi sumber utama genangan.

“Nah sistem yang kita injak ini, ini akan kita alirkan lewat tepi jalan Ring Road itu sampai ke Kali Angke. Nah setelah itu ada pompa, nanti kita pompa,” imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, menambahkan bahwa saluran baru tersebut akan dibangun sepanjang satu kilometer. Pendanaannya akan bersumber dari berbagai pihak, termasuk anggaran daerah dan dukungan dari program tanggung jawab sosial perusahaan. Ia menekankan bahwa proyek ini membutuhkan waktu dan tidak bisa diselesaikan secara instan.

“Saluran ini harus dilakukan secara simultan dan sekaligus atau paralel sampai ke Kali Angke. Jadi ada sepanjang 1.050 meter dengan skema creative financing, ada supporting dari CSR dan juga dari APBD atau dari Sudin SDA,” kata Iin.

“Hal ini kita harapkan memang untuk tidak bisa sekaligus selesai, jadi ini memang sedang proses, tetapi hujan maupun air luapan kembali datang sehingga mengakibatkan dampak seperti ini,” imbuhnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar