Program Makan Bergizi Gratis Dongkrak Produksi dan Serap Tenaga Kerja di Sukoharjo

- Rabu, 11 Maret 2026 | 18:45 WIB
Program Makan Bergizi Gratis Dongkrak Produksi dan Serap Tenaga Kerja di Sukoharjo

TVRINews, Sukoharjo

Dampaknya ternyata nyata. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah tak cuma urusan perut anak sekolah. Di lapangan, geliatnya justru memberi napas baru bagi usaha mikro, kecil, dan menengah. Seperti yang dirasakan Pabrik Roti dan Kue Permata di Sukoharjo, Jawa Tengah. Usaha rumahan ini perlahan tapi pasti mulai menaikkan kapasitas produksinya. Bahkan, lapangan kerja baru pun tercipta.

Bagi Niko, sang pemilik, kehadiran MBG ibarat angin segar di tengah ketidakpastian ekonomi. “Program ini sangat membantu sekali,” ujarnya. Permintaan yang melonjak untuk memenuhi kebutuhan gizi sekolah membuatnya harus berpikir ulang soal skala usahanya.

Kini, warga sekitar Desa Combongan ikut dilibatkan. Mulai dari proses produksi hingga pengemasan. “Kami bisa memperkerjakan saudara-saudara kami untuk membantu produksi,” kata Niko di kediamannya, Rabu (11/3/2026).

Dulu mungkin cuma keluarga inti yang mengerjakan. Sekarang, sedikitnya ada 10 karyawan tetap yang menggantungkan hidupnya di sini. Belum lagi tenaga lepas yang kerap dipanggil saat order membludak. Sejak MBG jalan, volume produksi memang terus merangkak naik.

Peluang kerja ini ternyata jadi solusi bagi banyak orang. Bagi warga yang susah masuk industri besar, misalnya. Atau para pekerja yang kena PHK dan butuh pekerjaan. Bahkan, beberapa warga lanjut usia yang masih ingin produktif pun mendapat tempat.

Manfaatnya ganda. Di satu sisi, Niko mengakui program ini meringankan beban orang tua. Urusan gizi anak di sekolah sudah tak perlu dipusingkan lagi. Di sisi lain, usaha kecil seperti miliknya bisa berkembang.

Karena itu, apresiasi khusus ia sampaikan. Terutama kepada Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya konsisten menghadirkan program berdampak luas.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Prabowo yang sudah menghadirkan program ini,” tutur Niko. “Program ini bukan hanya membantu anak-anak sekolah mendapatkan makanan bergizi, tetapi juga membantu usaha kecil seperti kami berkembang dan membuka lapangan pekerjaan.”

Harapannya sih sederhana. Program seperti MBG ini bisa berkelanjutan. Agar UMKM di daerah bisa terus tumbuh, sambil mendukung upaya pemerintah dalam mencetak generasi penerus yang lebih sehat.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar