Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi punya pesan penting untuk publik. Ia meminta semua pihak agar berhenti memperdebatkan perbedaan penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah atau awal puasa 2026 mendatang. Permintaan ini disampaikan mewakili Presiden Prabowo Subianto.
“Bahwa puasa tahun ini mungkin ada perbedaan dari sisi waktu, itu sesuatu hal yang tidak perlu dipermasalahkan, tidak perlu dibesar-besarkan,” tegas Mensesneg.
Pernyataan itu ia sampaikan di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (18/2/2026), usai menghadiri rapat koordinasi dengan Satgas Pemulihan pascabencana Sumatera DPR. Sebelumnya, ia telah mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa untuk seluruh umat muslim Indonesia.
Menurutnya, bulan suci ini justru harus jadi momentum untuk memperkuat sikap saling menghormati. Terutama dalam hal pelaksanaan ibadah puasa yang mungkin dilakukan pada hari berbeda.
“Justru kita harus saling menghormati karena kita semua tahu bahwa ada sebagian saudara-saudara kita umat muslim yang hari ini juga sudah mulai melaksanakan puasa,” ujarnya lagi.
Intinya, istana mengajak semua untuk fokus pada esensi Ramadan, bukan pada perbedaan yang kerap terjadi. Persatuan dan toleransi, kata dia, jauh lebih penting.
Artikel Terkait
Kemnaker Tegaskan Belum Ada Keputusan Pencairan BSU untuk Tahun 2026
Menteri Seskab Soroti Dugaan Penebangan Hutan Pemicu Banjir Bandang Guci Tegal
Jadwal Imsak Bekasi Hari Ini, 19 Maret 2026, Pukul 04.31 WIB
Arus Mudik Imlek 2026 di Gerbang Tol Jabodetabek Capai 1,62 Juta Kendaraan