Buaya Raksasa 585 Kg Tewas Usai Perut Dipenuhi Sampah Plastik dan Benda Elektronik

- Senin, 24 November 2025 | 22:00 WIB
Buaya Raksasa 585 Kg Tewas Usai Perut Dipenuhi Sampah Plastik dan Benda Elektronik
Buaya Raksasa Mati di Penangkaran

Seekor buaya berukuran luar biasa besar ditemukan mati di dalam penangkaran sementara milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Reptil malang ini punya berat hampir 600 kilogram, tepatnya 585 kg, dengan tubuh memanjang hingga 5,7 meter.

Menurut Kepala DPKP Inhil, Junaidi, buaya raksasa itu sebelumnya sudah menunjukkan tanda-tanda tidak sehat. Personelnya melakukan observasi pada Kamis (20/11) karena khawatir dengan infeksi luka lecet di keempat kaki sang buaya.

"Kematian buaya dilaporkan setelah personel kita melakukan observasi tadi. Karena tak ada tanda-tanda bergerak, lalu dilakukan pengecekan ternyata sudah mati,"

Junaidi menyampaikan hal itu dari Tembilahan, Senin (24/11). Buaya itu hanya bertahan 20 hari dalam penangkaran. Selama itu pula, ia menolak semua makanan yang diberikan.

Asal-usul Sang Raksasa

Sebelum berakhir di penangkaran, buaya jumbo ini berhasil ditangkap warga. Lokasinya di Desa Sungai Undan, Kecamatan Reteh, Kabupaten Inhil, pada awal November lalu.

Evakuasinya sendiri bukan perkara mudah. Butuh waktu sembilan jam lewat jalur darat menggunakan mobil kabin ganda untuk memindahkan reptil ganas ini. Akhirnya, ia dititipkan di kawasan DPKP Jalan SKB, Tembilahan.

Menyusul kematiannya, DPKP Inhil tak tinggal diam. Mereka segera melaporkan kejadian ini ke sejumlah pihak berwenang, termasuk BBKSDA Riau dan instansi terkait di bawah Kementerian Kehutanan serta Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Misteri di Dalam Perut

Bangkai buaya itu kemudian dibawa ke Jakarta untuk diserahkan ke lembaga konservasi. Namun, sebelum perjalanan jauh itu, petugas memutuskan untuk membedah perutnya. Apa yang mereka temukan? Sungguh di luar dugaan.

Junaidi mengaku terkejut. Alih-alih menemukan tulang hewan atau sisa mangsa biasa, yang keluar justru sampah plastik dan barang elektronik. Tidak ada jejak manusia sama sekali.

"Kemungkinan benda-benda yang tidak bisa dicerna itu penyebab buaya tersebut mati. Bayangkan saja plastik ada 20 kantong, serta karung goni, pisau, mata tombak, dan tabung televisi,"

Buaya yang sempat diberi nama "Si Udan" itu rupanya telah menelan aneka benda asing yang akhirnya merenggut nyawanya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar