Kegagalan Juventus menembus Liga Champions musim depan memaksa klub mengambil langkah drastis berupa penjualan massal pemain untuk menyelamatkan kondisi keuangan. Keputusan pahit itu diakui langsung oleh CEO klub, Damien Comolli, sebagai konsekuensi dari hasil akhir yang mengecewakan di Liga Italia musim 2025-2026.
I Bianconeri harus puas finis di peringkat keenam klasemen akhir setelah hanya mampu mengumpulkan 69 poin dari 38 pertandingan. Nasib tim asuhan Luciano Spalletti semakin tragis setelah mereka ditahan imbang 2-2 oleh rival sekota, Torino, pada giornata pamungkas pekan lalu. Hasil tersebut membuat Juventus gagal memanfaatkan peluang yang ada dan harus rela berlaga di Liga Europa musim 2026-2027 bersama AC Milan yang menempati posisi kelima.
Kegagalan lolos ke kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa itu dipastikan membuat Juventus kehilangan pemasukan hingga puluhan juta euro. Comolli menegaskan bahwa kondisi tersebut memaksa klub untuk menjual sejumlah pemain guna menyeimbangkan neraca keuangan. Padahal, menurutnya, Juventus sebelumnya tidak memiliki rencana untuk melepas lebih banyak pemain.
“Tanpa Liga Champions, kami mungkin harus menjual lebih banyak dari yang kami rencanakan, untuk mendapat dana tambahan dan memangkas pengeluaran,” ujar Comolli dalam pernyataan yang dikutip dari cuitan pakar transfer Fabrizio Romano, Jumat (29/5/2026).
Di tengah rencana cuci gudang tersebut, Comolli memberikan sinyal mengejutkan terkait masa depan dua pemain andalannya. Ia menegaskan bahwa Juventus tidak akan menjual Kenan Yildiz, pemain muda yang dinilai sebagai masa depan klub. Sementara itu, klub juga berupaya mempertahankan Dusan Vlahovic meskipun kontrak pemain asal Serbia itu akan habis pada 30 Juni 2026.
“Tapi, Kenan Yildiz tidak tersentuh. Dia adalah masa depan kami. Kami juga ingin mempertahankan Vlahovic dan melangkah maju bersama-sama,” tegas Comolli.
Keputusan mempertahankan Vlahovic bukannya tanpa risiko. Meskipun kehilangan pemain berusia 26 tahun itu secara gratis akan menjadi kerugian besar, gajinya yang fantastis juga dinilai dapat menggerogoti keuangan klub dalam jangka panjang. Juventus kini berada di persimpangan antara ambisi olahraga dan realitas finansial yang semakin sempit.
Artikel Terkait
Imigrasi Tunggu Keputusan Polri Sebelum Tindak Selebgram Woodyrman yang Aniaya WNA Brunei hingga Tewas
Serangan Militer AS Tewaskan Dua Orang dalam Operasi Antinarkoba di Pasifik Timur
Menelusuri Jejak Batavia: Tur Sejarah Jalan Kaki di Jakarta yang Hidupkan Kembali Kejayaan Sunda Kelapa
Wali Kota London Sadiq Khan Ungkap Pengalaman Spiritual Usai Jalani Ibadah Haji 2026