Gila! Investor Asing Borong Saham RI Rp 4,23 Triliun, BCA Diserbu Rp 2,73 T

- Sabtu, 25 Oktober 2025 | 09:50 WIB
Gila! Investor Asing Borong Saham RI Rp 4,23 Triliun, BCA Diserbu Rp 2,73 T

Investor Asing Borong Saham Indonesia, Net Buy Tembus Rp4,23 Triliun

Pasar modal Indonesia kembali mencatatkan kepercayaan tinggi dari investor asing. Pada pekan perdagangan 20–24 Oktober 2025, investor asing mencatatkan pembelian bersih (net foreign buy) senilai Rp4,23 triliun di Bursa Efek Indonesia (BEI).

BCA (BBCA) Jadi Primadona dengan Pembelian Asing Rp2,73 Triliun

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi favorit utama investor asing. Nilai pembelian bersih saham BBCA mencapai Rp2,73 triliun, disertai dengan penguatan harga saham sebesar 7,47 persen ke level Rp8.275 per saham.

TLKM dan ASII Ikuti Tren Pembelian Asing

Selain BBCA, saham-saham blue chip lainnya juga diborong oleh asing. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mencatat pembelian bersih Rp783,3 miliar dengan kenaikan harga 12,29 persen ke Rp3.290. Sementara itu, PT Astra International Tbk (ASII) dibeli senilai Rp781,7 miliar dan meroket 16,89 persen ke level Rp6.575 per saham.

Saham Bank Tetap Diminati, BRI dan BMRI Diborong

Minat investor asing juga terlihat pada sektor perbankan lainnya. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dibeli senilai Rp310,5 miliar dan menguat 8,45 persen. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga mencatat pembelian bersih Rp304,8 miliar dengan kenaikan harga 10,44 persen.

IHSG Melonjak 4,5 Persen Dukung Optimisme Pasar

Gelombang pembelian asing ini sejalan dengan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik 4,5 persen ke level 8.271,72. Kapitalisasi pasar BEI juga tumbuh 3,31 persen menjadi Rp15.234 triliun, mencerminkan sentimen positif yang melanda pasar modal Indonesia.

Aktivitas perdagangan selama pekan tersebut juga menunjukkan vitalitas yang tinggi dengan rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp22,28 triliun, volume perdagangan 30,47 miliar saham, dan frekuensi harian 2,36 juta kali.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar