PT Sepatu Bata Tbk (BATA) memutuskan tidak membagikan dividen kepada pemegang saham setelah mencatatkan rugi bersih sebesar Rp116,45 miliar sepanjang tahun 2025. Kerugian tersebut memang menurun 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp148 miliar, namun kondisi keuangan perseroan dinilai masih belum cukup kuat untuk membagikan keuntungan.
Keputusan itu diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Gedung Ventura, Jakarta, Selasa (30/6/2026). Sebanyak 99,99 persen pemegang saham menyetujui untuk tidak membagikan dividen karena perseroan masih menderita kerugian pada tahun buku 2025.
Perusahaan sepatu asal Ceko ini belum mampu keluar dari jerat kerugian sejak pandemi Covid-19. Salah satu penyebab utamanya adalah maraknya barang impor dari China yang lebih murah. Padahal, pada 2019, BATA masih membukukan laba bersih Rp23 miliar dan rutin membagikan dividen tunai kepada pemegang saham.
Pada 2019, pendapatan BATA mencapai Rp931 miliar. Namun, angka tersebut anjlok 50 persen pada 2020 menjadi Rp438 miliar. Kinerja top line sempat membaik pada 2022 menjadi Rp643 miliar, tetapi kemudian kembali terpuruk. Pada 2024, pendapatan BATA tercatat Rp460 miliar, dan pada 2025 hanya Rp298 miliar atau hanya 30 persen dari pendapatan sebelum pandemi.
Dalam RUPST yang sama, pemegang saham menyetujui pengunduran diri Ahmad Danial sebagai Direktur BATA. Sementara itu, Presiden Direktur perseroan yang baru, Amitav Nandi, kembali bertahan di jajaran direksi.
Berikut susunan komisaris dan direksi hasil RUPST 30 Juni 2026:
Komisaris
Presiden Komisaris: Shaibal Sinha
Komisaris Independen: Agus Nurudin
Direksi
Presiden Direktur: Amitav Nandy
Direktur: Ian Duncan Mcnab Cowe
Direktur: Prima Andhika Irawati
Artikel Terkait
Surge Bagikan Dividen Rp10,6 Miliar, Setara Rp2 per Saham
APII Bagikan Dividen Rp4,3 Miliar, Setara Rp4 per Saham
Trust Finance Bagikan Dividen Rp60 per Saham, Lebih Tinggi dari Laba Bersih
MNC Asia Holding Catat Laba Bersih Rp1,4 Triliun di 2025, RUPS Setujui Private Placement