Serangan pemukim Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat kian intensif dalam beberapa pekan terakhir. Rumah-rumah warga Palestina dirusak atau dikuasai, sementara infrastruktur penting seperti jaringan listrik, sumber mata air, dan rumah kaca pertanian juga menjadi sasaran perusakan.
Pada Jumat (3/7/2026), pemukim Israel merusak jaringan listrik utama yang memasok Desa al-Maniya, tenggara Bethlehem, menurut laporan kantor berita Palestina, Wafa. Akibatnya, aliran listrik ke desa terputus dan memicu ketakutan di kalangan warga. Ini merupakan kejadian kedua di desa tersebut dalam sepekan.
Di hari yang sama, pemukim juga merusak rumah kaca pertanian di dekat pos pemeriksaan militer Shufa, tenggara Tulkarem. Saksi mata mengatakan para pemukim merobek jaring pelindung rumah kaca, merusak fasilitas pertanian milik sebuah keluarga dari Desa Shufa.
Selain itu, pemukim Israel mengambil alih mata air Ein Rawabi di timur laut Yerusalem setelah melakukan aksi vandalisme. Pemerintah Provinsi Yerusalem menyatakan mata air itu merupakan satu-satunya sumber air bagi para penggembala Badui beserta sekitar 1.300 ekor ternak mereka. Penguasaan sumber air tersebut mengancam mata pencaharian puluhan keluarga Badui.
Di Desa Jalud, Tepi Barat, seorang warga bernama Mohammad Salameh kehilangan lahannya saat sedang membangun rumah untuk putranya yang baru bertunangan. Kepada Reuters, Salameh mengaku upayanya meminta perlindungan kepada otoritas Israel tidak membuahkan hasil.
"Jika hukum benar-benar ditegakkan, maka mereka (para pemukim Israel) akan pergi. Namun jika mereka berhasil mengambil satu (lahan atau rumah), maka sisanya akan menyusul," kata Salameh.
Wafa melaporkan, serangan pemukim Israel dalam beberapa pekan terakhir semakin intensif, termasuk penggerebekan rumah-rumah warga Palestina serta upaya menabrakkan kendaraan ke warga. Serangan tersebut berdampak langsung terhadap kehidupan dan mata pencaharian masyarakat Palestina.
Sekitar 500.000 warga Israel kini tinggal di permukiman yang dibangun di wilayah pendudukan Tepi Barat, berdampingan dengan sekitar 3 juta warga Palestina. Selama bertahun-tahun, warga Palestina melaporkan berbagai aksi perusakan lahan pertanian, properti, dan kekerasan yang dikaitkan dengan perluasan permukiman Israel.
Artikel Terkait
Kemenangan Mesir atas Australia di Piala Dunia 2026 Disambut Sukacita Warga Gaza
Hossam Hassan Dedikasikan Kemenangan Bersejarah Mesir untuk Rakyat Palestina
Faksi Perlawanan Palestina Serukan Persatuan dan Tingkatkan Konfrontasi di Tepi Barat
Pemukim Ilegal Israel Serang Warga Palestina dan Aktivis di Ramallah