Puluhan pemukim ilegal Israel menyerang warga Palestina dan aktivis kemanusiaan asing di dekat Ramallah, Tepi Barat, Jumat (3/7/2026). Serangan fisik itu terjadi saat para korban sedang menuju lahan pertanian mereka di kota Abu Falah.
Koresponden kantor berita Anadolu melaporkan bahwa para pemukim memukuli korban dan menyemprotkan semprotan merica hingga terluka. Hingga pukul 07.50 GMT, jumlah pasti korban luka belum diketahui. Identitas dan kewarganegaraan para aktivis asing yang menjadi sasaran juga masih dalam pendataan.
Sumber-sumber lokal di Palestina menegaskan bahwa aksi anarkistis tersebut dilakukan di bawah perlindungan tentara Israel. Serangan ini menambah panjang daftar kekerasan kelompok pemukim ilegal di kota-kota Palestina.
Sejak 8 Oktober 2023, sedikitnya 1.175 warga Palestina tewas dan 12.919 lainnya luka-luka di Tepi Barat. Operasi militer intensif Israel dan serangan pemukim juga menyebabkan hampir 24.000 orang ditangkap serta sekitar 33.000 warga mengungsi.
Pejabat Palestina memperingatkan bahwa peningkatan kekerasan ini merupakan upaya sistematis penjajah untuk mempersiapkan aneksasi formal Tepi Barat. Langkah ilegal itu, menurut mereka, akan menutup total peluang berdirinya negara Palestina yang merdeka dan melanggar berbagai resolusi PBB.