Australia akan menghadapi Mesir pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Dallas, Sabtu (4/7) pukul 01.00 WIB. Laga ini menjadi misi besar bagi The Socceroos karena mereka adalah satu-satunya wakil Asia yang tersisa di turnamen.
Anak asuh Tony Popovic lolos ke fase gugur sebagai runner-up Grup B dengan catatan satu kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan. Gaya bermain pragmatis menjadi andalan mereka sejauh ini.
Dalam lima pertandingan terakhir, Australia hanya menang sekali, yakni saat mengalahkan Turki 2-0 pada laga penyisihan grup. Sisanya, mereka bermain imbang 0-0 melawan Paraguay, kalah 0-2 dari Amerika Serikat, serta dua hasil minor di laga uji coba: imbang 1-1 dengan Swiss dan kalah 0-1 dari Meksiko.
Di sisi lain, Mesir datang dengan status runner-up Grup G, mengoleksi satu kemenangan dan dua hasil imbang. Tim asuhan Hossam Hasan dinilai memiliki keseimbangan taktik yang solid, baik dalam menyerang maupun bertahan.
"Australia adalah tim yang sangat lengkap. Mereka tidak hanya mengandalkan bola-bola panjang, mereka juga memiliki banyak kualitas individu," ujar Hossam Hasan, Jumat (3/7).
"Mesir bukanlah negara sepak bola kecil. Kami telah memenangkan Piala Afrika sebanyak tujuh kali, dan skuad ini memiliki banyak bakat individu," tambahnya.
Pelatih Mesir itu juga menekankan pentingnya mengantisipasi bola mati dan bola udara. "Kami perlu memainkan permainan yang seimbang. Mengatasi bola-bola mati dan menghadapi bola-bola udara akan menjadi krusial melawan tim yang sangat mengandalkan hal tersebut. Setiap tim memiliki kelebihan dan kekurangan. Kami sudah siap menghadapi apa pun yang dibawa Australia," katanya.
Dalam lima laga terakhir, Mesir mencatatkan hasil yang cukup meyakinkan: menang 3-1 atas Selandia Baru, imbang 1-1 melawan Iran dan Belgia, serta kalah tipis 1-2 dari Brasil di laga uji coba. Satu-satunya kemenangan lain diraih saat mengalahkan Rusia 1-0.
Kondisi Cedera dan Perkiraan Formasi
Australia dipastikan kehilangan Jacob Italiano karena cedera. Sementara itu, Mesir juga harus menepikan Ahmed Fatouh akibat cedera dan kehilangan Mohanad Lasheen yang terkena akumulasi kartu. Namun, kabar baik datang untuk Mesir: sang kapten Mohamed Salah diproyeksikan bisa bermain setelah pulih dari cedera hamstring yang dikhawatirkan saat melawan Iran. Ia sudah mengikuti latihan bersama tim.
Secara historis, kedua tim hanya pernah bertemu sekali, yaitu pada laga uji coba tahun 2010 yang dimenangkan Mesir dengan skor 3-0.
Berikut perkiraan susunan pemain awal:
| Posisi / Tim | Australia (3-4-2-1) | Mesir (4-2-3-1) |
|---|---|---|
| Kiper | Beach | Shobeir |
| Belakang | Herrington, Souttar, Circati | Hafez, Ibrahim, Rabia, Hany |
| Tengah | Behich, O'Neill, Irvine, Bos | Attia, Saber; Ashour, Salah, Zico |
| Depan | Metcalfe, Irankunda; Toure | Marmoush |
| Pelatih | Tony Popovic | Hossam Hassan |
Beberapa situs statistik memprediksi laga berjalan ketat. Sportsmole memperkirakan skor 1-2 untuk kemenangan Mesir, sementara Whoscored memproyeksikan keunggulan tipis Mesir 0-1.
Pemenang laga ini akan menghadapi Argentina atau Tanjung Verde di babak 16 besar.
Artikel Terkait
Zlatan Ibrahimovic Coret Messi dan Ronaldo dari Daftar 5 Pemain Terbaik Versinya
Argentina vs Cape Verde: Juara Bertahan Hadapi Tim Kejutan di Babak 32 Besar Piala Dunia
Kolombia Unggulkan Sektor Sayap untuk Bungkam Ghana di Piala Dunia 2026
Babak 16 Besar Piala Dunia 2026: 13 Tim Lolos, Lima Tiket Tersisa