Bima Arya Dorong Kepala Daerah Saling Berbagi di Tengah Tekanan Pemerintahan

- Kamis, 16 Juli 2026 | 11:10 WIB
Bima Arya Dorong Kepala Daerah Saling Berbagi di Tengah Tekanan Pemerintahan

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengingatkan pentingnya ruang interaksi bagi kepala daerah untuk saling berbagi dan mencari inspirasi di tengah dinamika pemerintahan yang kian kompleks. Menurutnya, pertemuan antarkepala daerah menjadi kebutuhan untuk memperkuat kebersamaan saat menghadapi tekanan dari berbagai arah.

"Suasana kebatinannya [seorang kepala daerah] memang tidak mudah, gempurannya [datang] dari seluruh penjuru angin," ujar Bima dalam keterangannya, Kamis (16/7/2026).

Pernyataan itu disampaikan Bima saat membuka Welcome Dinner Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Aruna Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Rabu (15/7). Ia menjelaskan, kepala daerah saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari penyesuaian transfer ke daerah hingga komitmen merealisasikan janji kampanye. Ditambah lagi, setiap langkah mereka kini menjadi sorotan luas akibat dinamika kekinian.

Dalam sambutannya, Bima menekankan pentingnya pertemuan dan tukar pengalaman antarkepala daerah. Melalui interaksi itu, mereka diharapkan memperoleh inspirasi untuk menjalankan kepemimpinan di daerah masing-masing, sehingga mampu terus berkembang dan saling menginspirasi.

"Harus sering sharing session. Kebersamaan dan ruang interaksi antarkepala daerah penting. Pertemuan seperti APPSI ini dapat mendorong para kepala daerah menjadi sosok yang mampu saling memberikan inspirasi dan kontemplasi," pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily, Ketua Umum Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) Filda C. Yusgiantoro, Ketua Dewan Pembina PYC Inka B. Yusgiantoro, Kepala BPSDM Kemendagri Sugeng Hariyono, para gubernur pengurus APPSI, serta pejabat terkait lainnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags