Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026). Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional. Menurut laporan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, kelima bendungan berpotensi menambah produksi beras hingga sekitar 1 juta ton per tahun jika dioptimalkan dengan teknologi budidaya modern dan benih unggul.
"Menteri Pertanian melaporkan kepada saya, lima bendungan ini nanti dengan teknologi dan benih yang terbaik bisa menghasilkan satu juta ton beras. Bayangkan, dari penghematan B50 sebesar Rp170 triliun, berapa banyak bendungan lagi yang bisa kita bangun setiap tahun," ujar Presiden Prabowo saat meresmikan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat.
Presiden menekankan bahwa pembangunan bendungan tidak hanya menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian, tetapi juga menjadi fondasi penting untuk meningkatkan produktivitas dan mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan. Ia meminta agar air irigasi benar-benar sampai ke petani. "Pastikan air yang dibutuhkan petani sampai kepada petani. Para petani adalah produsen pangan. Tanpa pangan tidak ada negara," tegasnya.
Presiden juga menyoroti capaian sektor pertanian dalam 18 bulan terakhir. Untuk pertama kalinya harga pupuk berhasil diturunkan, Indonesia mencapai surplus beras dan jagung pakan, serta mulai memperluas ekspor berbagai komoditas pertanian. "Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia kita bisa menurunkan harga pupuk. Untuk pertama kali dalam puluhan tahun kita sekarang surplus beras. Kita juga sudah surplus jagung pakan. Terima kasih kepada TNI dan Polri yang bekerja keras membantu mewujudkan swasembada," ujar Presiden.
Transformasi Pertanian Modern
Optimalisasi infrastruktur irigasi berjalan seiring dengan transformasi budidaya yang didorong Kementerian Pertanian. Sebelumnya di Kabupaten Lombok Tengah, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memperkenalkan Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS). Model ini mengintegrasikan benih unggul, pengaturan populasi tanaman, mekanisasi, dan teknologi presisi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan petani.
Menurut Mentan Amran, pembangunan bendungan dan penerapan teknologi modern harus berjalan beriringan agar mampu menghasilkan lompatan produksi nasional. "Kalau petani sudah merasakan keuntungan yang besar, mereka akan menanam dengan sendirinya. Tidak perlu lagi didorong terus-menerus karena usaha taninya sudah terbukti menguntungkan," ujarnya.
Dukungan irigasi yang memadai akan membuat penerapan PM-AAS semakin optimal. Melalui peningkatan produktivitas sekitar lima ton per hektare pada lahan sawah beririgasi, metode tersebut berpotensi menghasilkan tambahan produksi nasional dalam jumlah besar. "Kalau diterapkan di jutaan hektare lahan irigasi dan produktivitas naik sekitar lima ton per hektare, tambahan produksinya akan sangat besar. Itu bukan hanya memperkuat swasembada, tetapi juga membuka peluang Indonesia menjadi pemasok pangan dunia," jelasnya.
Salah satu bendungan yang diresmikan, Bendungan Meninting, memiliki luas genangan sekitar 46 hektare dan diproyeksikan meningkatkan indeks pertanaman di NTB dari 280 persen menjadi 300 persen. Dukungan air irigasi yang lebih terjamin diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memperkuat posisi NTB sebagai sentra produksi pangan nasional.
Ke depan, Kementerian Pertanian akan terus mengoptimalkan pemanfaatan jaringan irigasi baru melalui percepatan tanam, penggunaan varietas unggul, mekanisasi, penerapan teknologi budidaya modern, serta pendampingan penyuluh kepada petani. Sinergi antara pembangunan bendungan dan transformasi pertanian modern diharapkan mampu meningkatkan produksi, memperkuat kesejahteraan petani, dan mengantarkan Indonesia menuju swasembada pangan yang berkelanjutan serta lumbung pangan dunia.
Artikel Terkait
Sekolah Rakyat NTB Tampilkan Siswa Percaya Diri di Hadapan Mensos
Konglomerat Indonesia Pindahkan Dana ke Luar Negeri, Respons terhadap Tekanan Pemerintahan Prabowo
Prabowo Minta Aparat Negara Introspeksi: Rakyat Tak Ingin Korupsi Dibiarkan
Prabowo Soroti Porsi Makan Bergizi Gratis: Ayam Jangan Dipotong Terlalu Kecil