PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) telah merealisasikan dana hasil penawaran umum perdana (IPO) sebesar Rp57,74 miliar hingga 30 Juni 2026. Jumlah tersebut setara dengan 58% dari total dana IPO yang mencapai Rp105 miliar.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (11/7/2026), sebanyak Rp14 miliar digunakan perseroan untuk pembelian bahan baku. Sementara itu, Rp43,74 miliar disetorkan kepada entitas anak, PT Realfood Winta Asia, yang juga dialokasikan untuk pembelian bahan baku. Setoran dana ke entitas anak itu telah terealisasi 100% pada 17 April 2026.
Dengan realisasi tersebut, RLCO masih menyisakan dana IPO sekitar 42% atau Rp42,49 miliar. Dana sisa ini akan digunakan sesuai target waktu yang telah ditetapkan, yakni pada 2027. Saat ini, sisa dana ditempatkan sebagai giro di dua bank berbeda: Rp42,23 miliar di PT IBK Bank Indonesia dan Rp260,37 juta di PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Sebagai informasi, RLCO resmi melantai di BEI pada 8 Desember 2025. Harga saham perseroan dibuka di level Rp226 per saham, melesat 34,52% dari harga penawaran awal sebesar Rp168 per saham. Dana IPO setelah dikurangi biaya emisi Rp4,76 miliar dialokasikan 56,33% sebagai modal kerja untuk pembelian bahan baku sarang burung walet, dan 43,67% disalurkan sebagai tambahan modal ke entitas anak untuk kebutuhan serupa.
Artikel Terkait
IHSG Menguat 0,83% dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
Saham RANS Melesat 34% di Hari Perdana, Nagita Slavina Sebut Kreativitas Kini Setara Sektor Strategis
RANS Entertainment Bantah Isu Pencucian Uang di Tengah Proses IPO
RANS Entertainment Resmi Melantai di BEI, Nagita Slavina: Kreativitas Kini Jadi Aset Ekonomi