RANS Entertainment Bantah Isu Pencucian Uang di Tengah Proses IPO

- Jumat, 10 Juli 2026 | 11:48 WIB
RANS Entertainment Bantah Isu Pencucian Uang di Tengah Proses IPO

PT RANS Entertainment Indonesia Tbk membantah isu dugaan pencucian uang yang mencuat di tengah proses pencatatan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Komisaris Utama RANS, Darwin Cyril Noerhadi, menegaskan bahwa seluruh tahapan penawaran umum perdana saham (IPO) telah memenuhi ketentuan yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI.

“Terkait masalah pencucian uang, jangan lupa bahwa proses IPO itu melalui ketentuan aturan yang harus dipenuhi oleh setiap emiten,” kata Darwin dalam konferensi pers usai pelaksanaan IPO di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (9/7).

Menurut dia, selama proses IPO, emiten harus menjawab berbagai pertanyaan dan memenuhi persyaratan yang sangat rinci, termasuk melalui proses uji tuntas bersama penjamin emisi atau underwriter. “Melalui proses underwrite ada tiga hal, pertama keterbukaan kaitan topik aspek hukum. Jadi semua transaksi itu harus dibuktikan dengan aspek hukum, dokumen notaris, dan seterusnya,” jelas Darwin.

Ia melanjutkan, keterbukaan dari sisi akuntansi juga mengharuskan perusahaan menunjukkan pembukuan dan laporan keuangan secara transparan. Lalu yang ketiga, keterbukaan informasi kepada regulator dan publik. “Jadi kalau mungkin tadi masalah pencucian uang, itu mungkin lebih kepada rumor yang ada daripada faktanya yang ada,” tegas Darwin.

Darwin kembali mengingatkan bahwa pencatatan saham RANS di BEI menjadi momentum untuk menunjukkan kondisi perusahaan berdasarkan fakta dan proses yang telah memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku dari OJK maupun BEI. “Saya rasa IPO-nya RANS itu penting untuk menyampaikan apa yang terjadi di emiten ini secara fakta yang ada,” imbuh dia.

PT RANS Entertainment Indonesia Tbk resmi mencatatkan saham perdananya di BEI melalui IPO pada Jumat (9/7). Pada hari pertama perdagangan, saham RANS melesat 34,12 persen atau 58 poin ke level Rp 288 per saham, langsung menyentuh batas auto rejection atas (ARA). Perusahaan yang didirikan Raffi Ahmad itu melepas 2,525 miliar saham baru, setara 20,02 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Dengan harga penawaran Rp 170 per saham, perseroan berhasil mengantongi dana segar sekitar Rp 429,25 miliar.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags