Harga minyak mentah melonjak lebih dari 4 persen ke level tertinggi dalam lebih dari satu bulan pada Jumat (18/7). Pemicunya adalah meningkatnya eskalasi serangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta ancaman penutupan Laut Merah yang mengganggu lalu lintas kapal di Selat Hormuz.
Minyak mentah berjangka Brent ditutup naik 3,87 dolar AS atau 4,59 persen menjadi 88,10 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah AS atau West Texas Intermediate (WTI) menguat 3,54 dolar AS atau 4,48 persen menjadi 82,49 dolar AS per barel. Keduanya mencatat level tertinggi sejak pertengahan Juni.
Sepanjang pekan ini, kedua acuan harga minyak tersebut mengalami kenaikan sekitar 16 persen. Brent membukukan kenaikan mingguan selama tiga pekan berturut-turut, sedangkan WTI mencatat kenaikan mingguan kedua secara beruntun.
Kenaikan ini dipicu oleh kembali memanasnya konflik antara AS dan Iran. AS melancarkan serangan ke sejumlah jembatan dan bandara di Iran, sementara Iran menyerang fasilitas pembangkit listrik dan desalinasi di Kuwait. Iran juga mengeklaim telah melancarkan lebih banyak serangan terhadap fasilitas milik AS di Timur Tengah, termasuk serangan langsung pertamanya ke Suriah, setelah enam malam berturut-turut AS menggempur fasilitas militer Iran.
“Pasar bereaksi terhadap meningkatnya permusuhan antara Iran dan Amerika Serikat yang memuncak pekan ini dengan serangan setiap malam terhadap infrastruktur Iran dan aksi balasan Iran terhadap infrastruktur negara-negara tetangganya,” kata Presiden Lipow Oil Associates, Andrew Lipow, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (18/7).
“Jika semakin banyak kapal tanker diserang dan mengalami kerusakan, harga minyak akan terus naik karena pemilik kapal akan menolak memasuki Teluk Persia,” jelasnya.
Artikel Terkait
AS dan Iran Saling Serang untuk Malam Ketujuh, Ketegangan Meluas ke Negara Teluk
Dua Kapal Tanker Meledak di Selat Hormuz, IRGC Tutup Jalur Minyak
Trump Klaim Kemenangan di Iran Segera Terlihat, Serangan Meluas
AS Serang Bandara, Stasiun Kereta, dan Jembatan di Iran, 3 Tewas