AS dan Iran Saling Serang untuk Malam Ketujuh, Ketegangan Meluas ke Negara Teluk

- Sabtu, 18 Juli 2026 | 10:00 WIB
AS dan Iran Saling Serang untuk Malam Ketujuh, Ketegangan Meluas ke Negara Teluk

Komando Pusat Amerika Serikat mengonfirmasi telah melancarkan serangan malam ketujuh berturut-turut terhadap Iran. Serangan ini merupakan bagian dari operasi militer yang terus berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk.

Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa pasukan Iran menyerang sebuah kapal berbendera Thailand yang mencoba melintasi Selat Hormuz. Sementara itu, wakil gubernur Bushehr mengatakan AS menyerang kapal tanker minyak Iran yang berlabuh di Pulau Karg. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut delapan orang tewas dalam serangan AS di sebuah jembatan di Bandar Khamir. Pejabat di Iran selatan juga melaporkan bahwa infrastruktur sipil, termasuk jembatan, bandara, fasilitas listrik, dan stasiun kereta api, terkena serangan.

Tentara Iran mengklaim telah menyerang aset AS di Bahrain, Yordania, Kuwait, dan Qatar. Otoritas Qatar mengatakan seorang anak terluka akibat puing-puing rudal yang jatuh setelah tentaranya menggagalkan serangan Iran. Selama sepekan terakhir, militer AS telah melancarkan ratusan serangan udara di seluruh Iran, menewaskan sedikitnya 35 orang dan melukai 300 lainnya, menurut pejabat kesehatan Iran.

AS yang telah memberlakukan kembali blokade laut terhadap Iran menargetkan situs-situs militer di sepanjang pantai selatan negara itu dan di dekat Selat Hormuz, meskipun ada perjanjian gencatan senjata. Iran membalas dengan menyerang fasilitas militer AS di seluruh wilayah, meningkatkan kekhawatiran akan kembalinya perang terbuka.

Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk, Jasem al-Budaiwi, pada hari Rabu mengutuk serangan Iran terhadap Bahrain, Kuwait, dan Yordania, termasuk serangan terhadap infrastruktur dan fasilitas yang melukai personel militer Kuwait. Dia mengatakan bahwa serangan tersebut berisiko menyeret kawasan itu ke dalam kekacauan dan ketidakstabilan lebih lanjut. Dalam sebuah pernyataan, al-Budaiwi menggambarkan serangan tersebut sebagai eskalasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan menuduh Iran mengabaikan norma-norma internasional. Qatar dan Uni Emirat Arab juga telah mencegat rudal dan drone yang datang dalam beberapa hari terakhir.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags