Final Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Kejayaan Barcelona, Xavi dan Mascherano Beri Pujian untuk Messi

- Sabtu, 18 Juli 2026 | 10:45 WIB
Final Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Kejayaan Barcelona, Xavi dan Mascherano Beri Pujian untuk Messi

Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina tidak hanya mempertemukan dua tim raksasa, tetapi juga menjadi ajang unjuk kekuatan pengaruh Barcelona di pentas global. Dua legenda klub Catalan, Xavi Hernandez dan Javier Mascherano, menilai laga puncak ini membuktikan betapa besar kontribusi akademi La Masia dan para alumninya dalam membentuk skuad kedua finalis.

Spanyol mengandalkan pemain muda lulusan La Masia seperti Lamine Yamal dan Pau Cubarsi, sementara Argentina masih bertumpu pada Lionel Messi, megabintang yang dibesarkan Barcelona. Xavi dan Mascherano menyampaikan pandangan mereka saat menghadiri sebuah acara di Rockefeller Center, New York, Amerika Serikat, menjelang partai final.

Xavi, yang menjadi arsitek gaya tiki-taka saat membawa Spanyol juara Piala Dunia 2010, dan Mascherano, mantan rekan setim Messi yang sempat melatihnya di Inter Miami, sama-sama mengagumi performa sang kapten Argentina yang kini berusia 39 tahun.

Kekaguman pada Messi

Mascherano tidak menyembunyikan rasa kagumnya terhadap Messi yang masih tampil impresif sepanjang turnamen.

"Dia istimewa, Anda tahu? Anda tidak bisa membandingkannya dengan siapa pun. Dia berbeda, benar-benar berbeda," kata Mascherano, Sabtu (18/7/2026).

"Selalu ketika kita melihatnya, selalu ada kejutan karena dia melakukan banyak hal yang tidak akan pernah kita lihat pada pemain lain. Jadi, saya pikir di masa depan, akan sulit untuk menemukan pemain seperti dia. Saya pikir itu mustahil," lanjutnya.

Xavi, yang menyaksikan langsung semifinal Argentina melawan Inggris di mana Messi memimpin timnya menang 2-1 juga memberikan pujian setinggi langit.

"Kami menonton pertandingan bersama, dan dia berkata kepada saya, '39 tahun, dan apa yang dia lakukan?' Sungguh menakjubkan," ujar Xavi.

"Menurut saya, dia yang terbaik dalam sejarah. Dan dia masih membuat perbedaan di lapangan. Dan ambisinya, sikapnya, dia seorang pejuang. Dia benar-benar yang terbaik," tegasnya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags