Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan militernya akan segera memenangkan perang melawan Iran. Klaim itu disampaikan di tengah eskalasi konflik yang meluas sejak 7 Juli lalu, dipicu sengketa pengaturan lalu lintas di Selat Hormuz.
“Kita juga meraih kemenangan besar di Iran dan Anda akan segera melihat hasil dari kerja keras itu,” kata Trump dalam pidatonya, Jumat (17/7/2026).
Gencatan senjata yang ditandatangani kedua negara pada 17 Juni lalu berlaku setidaknya 60 hari dianggap Trump telah berakhir. Ia pun memerintahkan serangan baru terhadap Iran.
Aksi saling serang tak lagi terbatas di wilayah pesisir Selat Hormuz. Militer AS kini menyerang target lebih dalam di Iran, sementara Iran membalas dengan rudal dan drone yang tidak hanya menyasar pangkalan AS di Bahrain dan Kuwait, tetapi juga Qatar dan Yordania.
Dalam serangan terbaru AS pada Kamis (16/7/2026), sedikitnya tujuh orang tewas dan sembilan lainnya luka di Kota Bandar e Khamir. Komando Pusat AS (Centcom) mengumumkan dimulainya gelombang ketujuh serangan terhadap target-target Iran.
Artikel Terkait
Harga Minyak Naik di Tengah Ancaman Sanksi AS ke Iran dan Gangguan Pasokan
Harga Minyak Mentah Melonjak Akibat Ancaman Ekonomi AS terhadap Iran
Trump Klaim Korut Punya 57 Nuklir, Korsel Bantah
Iran Kecam Sanksi Ekonomi AS, Sebut sebagai Terorisme Ekonomi dan Pengalihan Isu