ACEH TIMUR – Belum juga benar-benar pulih, warga di lima kecamatan Aceh Timur kembali diterjang banjir susulan, Kamis kemarin. Hujan deras yang mengguyur wilayah itu berujung pada luapan sungai, memaksa air kembali membanjiri permukiman.
Ketinggiannya hampir satu meter. Bagi warga yang rumahnya baru saja dibersihkan dari lumpur banjir bandang akhir November lalu, situasi ini jelas bikin panik. Mereka tak punya pilihan selain menerobos arus air setinggi pinggang, berusaha menyelamatkan apa saja yang masih bisa diselamatkan.
Menurut data BPBD setempat, wilayah yang terdampak meliputi Pante Bidari, Indra Makmur, Banda Alam, Julok, dan Rantau Peureulak. Banjir ini tak cuma merendam rumah. Akses jalan antar-desa putus, fasilitas umum rusak, segalanya serba terhambat.
Beban yang dirasakan masyarakat, termasuk di Pidie Jaya, terasa sangat berat. Pasalnya, bencana ini datang di saat mereka baru memulai tahap pemulihan ekonomi. Rasanya seperti kembali ke titik nol.
"Ini banjir terbesar di tempat kami. Aktivitas perekonomian dan mobilitas warga lumpuh total,"
kata seorang warga yang terjebak di lokasi, suaranya terdengar letih.
Di sisi lain, upaya penanganan terus dilakukan. Petugas BPBD, dibantu TNI dan Polri, masih berjaga di titik-titik rawan. Mereka memantau ketinggian air sambil bersiap membantu evakuasi warga rentan, seperti para lansia dan anak-anak. Situasinya masih genting, dan semua mata tertuju pada langit, berharap hujan tak lagi turun.
Artikel Terkait
MNC Life dan BPD Papua Jalin Kerja Sama Asuransi Jiwa Kredit
BPD Papua Gandeng MNC Life Hadirkan Asuransi Jiwa Kredit untuk ASN
Bareskrim Uji Kualitas Emas Sitaan Rp25,8 Triliun dari Tambang Ilegal
KIP Perintahkan BKN Buka Dokumen Hasil TWK KPK untuk Dua Mantan Pegawai