Safari Politik Jokowi ke Jateng, PDIP Peringatkan PSI Jangan Sombong

- Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:20 WIB
Safari Politik Jokowi ke Jateng, PDIP Peringatkan PSI Jangan Sombong

Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan akan melanjutkan safari politiknya ke Jawa Tengah. Rencana itu langsung mendapat respons keras dari PDI Perjuangan (PDIP) setelah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyatakan siap menjadikan Jateng sebagai 'kandang gajah' merujuk pada simbol partai berlambang matahari tersebut.

Politisi PDIP Guntur Romli meminta PSI tidak sombong dan mengklaim wilayah yang selama ini menjadi basis pendukung partai berlambang banteng itu. "Jangan terlalu sombong mau ganti Jateng dari kandang banteng menjadi kandang gajah," kata Guntur kepada iNews.id, Sabtu (4/7/2026).

Ia menyinggung pengalaman kontestasi Pemilu 2024 lalu. Menurutnya, posisi Jokowi yang sudah menunjukkan keberpihakannya kepada PSI pun tak mampu meloloskan partai tersebut ke Senayan. "Jokowi jadi presiden saja tidak mampu meloloskan PSI tahun 2024 padahal sudah pakai tagline PSI Partai Jokowi, apalagi nggak jadi presiden," ujarnya.

Mantan kader PSI ini menilai langkah Jokowi melakukan safari politik semakin menunjukkan ambisi kekuasaan bagi keluarganya semata. "Safari politik Jokowi untuk semakin membuktikan ambisi kekuasaan keluarga Jokowi, demi kepentingan anak-anak dia," katanya.

Sebelumnya, Jokowi memulai rangkaian safari politiknya dengan mengunjungi Provinsi Lampung. Salah satu tujuannya adalah mendongkrak dukungan terhadap PSI menjelang Pemilu 2029. Di Lampung, Jokowi menghadiri silaturahmi di Pondok Pesantren Nurul Qodiri, Lampung Tengah. Ia menegaskan dirinya tetap sama seperti dulu meski pernah menjabat sebagai Presiden RI. "Aku masih seperti yang dulu, masih orang kampung, masih orang desa. Jadi kalau saya ke Lampung, ke Provinsi Lampung, saya ke sini ya memang dunia saya, lingkungan saya adalah seperti yang tadi saya sampaikan," kata Jokowi di Ponpes Nurul Qodiri, Minggu (28/6/2026).

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags