Wamendagri Dorong Kepala Daerah Terapkan Pembiayaan Kreatif di Tengah Efisiensi Anggaran

- Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:12 WIB
Wamendagri Dorong Kepala Daerah Terapkan Pembiayaan Kreatif di Tengah Efisiensi Anggaran

Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus mendorong para kepala daerah untuk mengadopsi pola kepemimpinan adaptif dengan memanfaatkan skema pembiayaan kreatif di tengah ketidakpastian ekonomi global. Menurutnya, pendekatan ini menjadi kunci agar pembangunan daerah tetap berjalan tanpa terlalu bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Kita tahu di tengah efisiensi tahun 2026 memang kepala daerah sekarang ini dituntut untuk benar-benar bisa mengimplementasikan apa yang dinamakan adaptive leadership di tengah gejolak eskalasi geopolitik global yang susah diprediksi," ujarnya dalam acara Workshop tentang Tata Kelola Keuangan Pemerintah Daerah melalui Creative Financing di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Jumat (3/7/2026).

Wiyagus menjelaskan, salah satu langkah yang bisa ditempuh pemerintah daerah adalah mengoptimalkan pemanfaatan aset yang selama ini belum produktif. Lahan tidur dan fasilitas milik Pemda yang membebani anggaran dapat dikelola melalui kerja sama dengan pihak ketiga sehingga mampu menghasilkan nilai ekonomi sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ia mencontohkan keberhasilan pengelolaan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang dikerjasamakan dengan klub sepak bola Persib Bandung. Perawatan stadion itu tidak lagi menjadi beban Pemda, bahkan memberikan manfaat ekonomi.

Menurut Wiyagus, Kota Jambi memiliki modal kuat untuk mengembangkan strategi serupa karena dipimpin oleh kombinasi kepala daerah dengan latar belakang birokrasi dan dunia usaha. Sinergi tersebut, kata dia, dapat menghadirkan inovasi pembiayaan di luar mekanisme konvensional.

"Jadi kalau bicara creative financing sudah ideal. Jadi, bagaimana lahan tidur yang menjadi aset-aset pemerintah daerah ini benar-benar bisa diberdayakan, bisa menghasilkan profit lah ya untuk menambah PAD," tegasnya.

Wiyagus juga mengajak jajaran Pemerintah Kota Jambi untuk terus memperkuat kolaborasi dengan sektor swasta dan pemangku kepentingan lainnya. Langkah itu dinilai dapat mendorong kemandirian fiskal sekaligus mempercepat pembangunan daerah.

"Harapan kita tentunya pemberdayaan pihak ketiga juga ikut bertanggung jawab untuk membangun Kota Jambi ini menjadi kota yang tidak hanya berpikir konvensional lagi, tidak terlalu tergantung kepada pemerintah pusat," pungkasnya.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat, Wali Kota Jambi Maulana, Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, jajaran staf ahli dan asisten di lingkungan Pemerintah Kota Jambi, serta para camat dan lurah se-Kota Jambi.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags