PSI Heran PDIP Terus Komentari Jokowi: Katanya Sudah Tidak Peduli, Tapi Ngomong Terus

- Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:25 WIB
PSI Heran PDIP Terus Komentari Jokowi: Katanya Sudah Tidak Peduli, Tapi Ngomong Terus

Ketua DPP PSI Bestari Barus mengaku heran dengan sikap PDIP yang terus mengomentari Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) meski sudah tidak lagi menjadi kader partai tersebut. Bestari menanggapi pernyataan Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira yang meminta Jokowi membawa ijazah saat safari politik.

"Iya, harap maklum saja. Saya juga heran gitu. Kenapa para anggota DPR RI PDIP ini lebih senang mengomentari PSI dan Pak Jokowi ketimbang bekerja untuk rakyat, gitu. Dan berapa anggota dewan tuh Hugua, Deddy Sitorus. Apa di PDIP tuh enggak ada kerjaan lain apa ya?" kata Bestari kepada wartawan, Sabtu (4/7/2026).

Bestari menyinggung PDIP yang telah mengeluarkan Jokowi sebagai kader, namun hingga kini masih terus mengomentarinya. "Selain menanggap-nanggapi yang katanya mereka sudah keluarkan dari PDIP, sudah enggak peduli tapi bohong, gitu. Dan masyarakat umum melihatnya sebagai ya, lawak-lawak saja ini partai PDI Perjuangan ini," ujarnya.

"Makin ke sini makin jadi tukang lawak, gitu. Ya, seperti itu ya dimaklumi sajalah buat meramai-ramaikan mereka supaya kelihatan ada omongan kan, gitu. Kita sih udah enggak berharap mereka mengomentari. Iya toh? Ya yang disampaikan juga aneh," lanjutnya.

Terkait ijazah Jokowi, Bestari menilai PDIP mustahil tidak pernah memeriksa kelengkapan administrasi saat mengusung Jokowi dalam lima kali pencalonan, mulai dari pilkada hingga pilpres. "Orang, partai mereka yang membawa berkas Pak Jokowi mencalonkan. Lima kali Pak Jokowi ini dicalonkan dan lima-lima kalinya tuh memang karena, karena diterima masyarakat, dia menang berturut-turut. Dan ijazahnya itu kan, masa enggak dipelototin sama PDIP, gitu?" ujarnya.

Menurut Bestari, jika ada persoalan keabsahan ijazah, seharusnya sudah muncul sejak proses pencalonan. Ia menilai upaya menggulirkan isu itu kembali hanya akan memicu polemik. "Nah, masa matanya pada enggak melotot, gitu? Terus hari ini memanas-manaskan publik, seakan publik enggak tahu bahwa mereka yang mencalonkan Pak Jokowi dan mereka sudah melihat ijazah itu. Kalau memang kemampuan nalar yang ada di partai itu seperti itu, ya mbok kita menerima aja, gitu loh," ujarnya.

Bestari juga mengungkap respons Jokowi yang kerap disindir PDIP. "Beliau tertawa aja. Senyum aja. Ya, yang hancur lebur hatinya kan yang marah-marah. Ke sana sini bilangnya kami sudah enggak anggap lagi, kami sudah enggak peduli. Tapi ngomong terus. Ya, prihatin saja. Katanya partai ini besar, tapi besar omong doang, gitu. Ngomongin orang yang sudah dia tidak lagi bersamaannya itu," ujarnya.

Sebelumnya, Andreas Hugo Pareira merespons rencana Jokowi melanjutkan safari ke NTT usai Lampung. Ia berpesan agar Jokowi membawa ijazahnya. "Sebaiknya kalau ke sana (NTT) bawa ijazahnya sehingga, kalau ditanya, tunjukkan ke masyarakat," kata Andreas, Sabtu (4/7/2026). Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI ini mengatakan kasus ijazah Jokowi sudah berlangsung terlalu lama dan menjadi pertanyaan publik.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags