Harga minyak mentah kembali melemah pada perdagangan Rabu (1/7) di tengah tanda-tanda kelebihan pasokan yang meningkat. Pemulihan lalu lintas melalui Selat Hormuz dan meredanya ketegangan antara AS dan Iran turut menekan harga.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus turun 1,3 persen menjadi 68,58 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak Brent untuk penyelesaian September merosot 1,9 persen ke level 71,57 dolar AS per barel.
Di sisi lain, harga batu bara cenderung stagnan. Kontrak batu bara ICE Newcastle untuk Juli 2026 hanya turun tipis 0,04 persen menjadi 129,60 dolar AS per ton.
Harga minyak kelapa sawit (CPO) justru mencatat kenaikan tipis. Berdasarkan data tradingeconomics.com, CPO naik 0,24 persen menjadi 4.557 ringgit Malaysia per ton.
Komoditas logam juga menunjukkan penguatan. Harga nikel di London Metal Exchange (LME) naik 0,42 persen menjadi 16.355 dolar AS per ton. Adapun harga timah menguat 0,12 persen dan ditutup di level 51.632 dolar AS per ton.
Artikel Terkait
Iran Tegaskan Kedaulatan Atas Selat Hormuz Usai Teken MoU dengan AS
Harga Minyak Catat Penurunan Bulanan dan Kuartalan Terbesar Sejak Pandemi
Iran Tolak Tawaran Prancis Bersihkan Ranjau di Selat Hormuz, Sebut Aksi Itu Provokasi
Oman Tolak Biaya Transit di Selat Hormuz, Buka Peluang Diskusi Layanan Maritim