Oman secara tegas menolak penerapan biaya transit bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz. Meski demikian, Muscat membuka ruang diskusi mengenai pungutan yang terkait dengan layanan maritim di jalur pelayaran strategis tersebut.
Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi, dalam wawancara dengan Monte Carlo International Radio pada Senin (29/6/2026), menegaskan negaranya tidak mendukung pengenaan biaya apa pun terhadap kapal yang melintasi Selat Hormuz. Namun, ia mengatakan mekanisme yang berkaitan dengan layanan maritim masih dapat dipertimbangkan, termasuk peningkatan keselamatan navigasi, kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat, serta langkah-langkah pencegahan pencemaran.
Menurut Albusaidi, mekanisme tersebut dapat mengacu pada model yang diterapkan di Selat Malaka dan Selat Singapura. Ia juga menekankan bahwa setiap kesepahaman di masa depan dengan Iran mengenai Selat Hormuz akan tetap berpedoman pada hukum internasional, khususnya United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS).
Oman terus menyerukan deeskalasi dan mendukung pelaksanaan nota kesepahaman yang telah ditandatangani antara Amerika Serikat dan Iran. Albusaidi menegaskan Muscat berkomitmen menjaga pelayaran di Selat Hormuz tetap "aman, terlindungi, dan bebas" bagi seluruh pengguna.
Oman Lanjutkan Pembahasan dengan Iran
Albusaidi juga menyinggung adanya kesamaan pandangan di antara negara-negara Teluk mengenai pentingnya menurunkan ketegangan dan mencegah serangan di kawasan. Menurutnya, negara-negara di kawasan tetap berfokus pada pelaksanaan berbagai kesepakatan yang telah ada serta menjaga stabilitas.
Pada 23 Juni, Oman dan Iran sepakat membentuk kelompok kerja bersama untuk melanjutkan pembahasan mengenai pengelolaan navigasi di Selat Hormuz beserta layanan maritim yang terkait. Kedua negara juga menyetujui untuk berkonsultasi dengan negara-negara pesisir lainnya serta para pemangku kepentingan terkait.
Selat Hormuz menangani hampir seperlima konsumsi minyak dunia dan hingga kini tetap menjadi salah satu jalur pelayaran paling penting bagi perdagangan global dan distribusi energi. Albusaidi mengatakan ketegangan yang terjadi belakangan ini tidak memengaruhi hubungan Oman dengan Amerika Serikat, yang ia gambarkan tetap didasarkan pada "rasa saling menghormati dan kerja sama."
Artikel Terkait
IRIB Diprotes karena Memotong Wawancara Ketua Parlemen Iran soal Negosiasi Nuklir
Israel Akui Alami Pengeboman Terburuk Sepanjang Sejarah dalam Perang Melawan Iran
Bursa Asia Variatif di Awal Kuartal Baru, Investor Cermati Sikap The Fed dan Ketegangan AS-Iran
Iran Tegaskan Kedaulatan Atas Selat Hormuz Usai Teken MoU dengan AS