PSIS Semarang tidak ingin terlalu lama larut dalam kekecewaan setelah gagal memenuhi target pada musim lalu. Menghadapi kompetisi Liga 2 2026/2027, manajemen Mahesa Jenar langsung bergerak cepat membangun kembali kekuatan tim dengan mendatangkan sejumlah pemain baru serta menunjuk pelatih berpengalaman, Widodo C. Putro.
Langkah agresif tersebut menjadi sinyal bahwa PSIS memiliki satu target yang jelas, yakni kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Musim lalu menjadi periode yang cukup berat bagi klub kebanggaan Kota Semarang itu. Berlaga di Pegadaian Championship 2025/2026, PSIS hanya mampu mengakhiri kompetisi di peringkat kedelapan Grup Timur, hasil yang jauh dari ekspektasi mengingat status mereka sebagai salah satu klub dengan sejarah panjang di sepak bola nasional. Evaluasi besar pun dilakukan. Manajemen memilih melakukan pembenahan sejak awal bursa transfer agar proses pembentukan tim bisa berjalan lebih maksimal sebelum kompetisi dimulai.
Hingga akhir Juni 2026, PSIS telah memperkenalkan enam pemain baru. Nama pertama adalah Jack Brown, pemain muda yang direkrut dari Persita Tangerang. Kehadirannya diharapkan menambah kreativitas sekaligus energi baru di lini tengah Mahesa Jenar. PSIS juga mendatangkan tiga pemain yang menjadi bagian penting keberhasilan Garudayaksa FC menjuarai Pegadaian Championship musim lalu, yakni Komang Tri Arta Wiguna, Agus Nova, dan Ray Redondo. Ketiganya diharapkan membawa mental juara sekaligus pengalaman dalam menghadapi persaingan ketat di Liga 2.
Tak berhenti di situ, Mahesa Jenar juga berhasil mengamankan tanda tangan Syahrian Abimanyu dari Persik Kediri. Kehadiran gelandang yang pernah menjadi bagian Timnas Indonesia itu diprediksi akan meningkatkan kualitas permainan PSIS, terutama dalam mengatur ritme serangan dan distribusi bola dari lini tengah. Sementara satu nama yang paling akrab bagi pendukung PSIS adalah Hari Nur Yulianto. Striker senior tersebut resmi kembali ke Semarang setelah sempat memperkuat PSPS Pekanbaru. Kepulangannya disambut antusias suporter karena Hari Nur merupakan salah satu ikon klub yang telah memberikan banyak kontribusi bagi Mahesa Jenar dalam beberapa musim sebelumnya.
Selain merekrut pemain baru, PSIS juga memilih mempertahankan sejumlah pemain yang tampil konsisten musim lalu. Krisna Jhon dan Rizky Darmawan dipastikan tetap menjadi bagian dari skuad. Keputusan mempertahankan keduanya menunjukkan bahwa manajemen tidak melakukan perombakan total, melainkan mencoba menjaga fondasi tim sembari menambah kualitas di beberapa posisi yang dianggap membutuhkan penyegaran.
Perubahan di Kursi Pelatih
Namun, perubahan terbesar justru terjadi di kursi pelatih. Manajemen resmi menunjuk Widodo C. Putro sebagai pelatih kepala menggantikan Kas Hartadi. Penunjukan Widodo dinilai sebagai langkah strategis. Pelatih berusia 55 tahun itu baru saja mencatatkan prestasi gemilang dengan membawa Garudayaksa FC menjuarai Pegadaian Championship 2025/2026 sekaligus mengantarkan klub tersebut promosi ke Super League. Keberhasilan itu menjadi bukti bahwa Widodo masih memiliki sentuhan dalam membangun tim yang kompetitif. Pengalamannya pun tidak perlu diragukan. Sepanjang karier kepelatihan, mantan striker Timnas Indonesia tersebut pernah menangani sejumlah klub besar seperti Sriwijaya FC, Bali United, Persita Tangerang, Bhayangkara FC, hingga Arema FC. Bekal pengalaman tersebut diharapkan mampu membantu PSIS kembali menemukan identitas permainan yang sempat hilang dalam beberapa musim terakhir.
Tantangan pertama Widodo tentu bukan perkara mudah. Ia harus menyatukan pemain-pemain baru dengan para pemain lama dalam waktu yang relatif singkat. Membangun chemistry, menentukan karakter permainan, hingga menanamkan mental pemenang menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan sebelum kompetisi bergulir.
Meski demikian, komposisi skuad yang mulai terbentuk memberi optimisme baru bagi publik Semarang. Perpaduan pemain muda, pemain berpengalaman, serta hadirnya pelatih yang baru saja membawa klub lain promosi membuat PSIS memiliki modal yang cukup kuat untuk bersaing di papan atas Liga 2. Jika proses adaptasi berjalan lancar dan para pemain mampu menampilkan performa terbaiknya, bukan tidak mungkin Mahesa Jenar akan menjadi salah satu kandidat terkuat dalam perebutan tiket promosi ke Super League musim berikutnya.
Kini, harapan itu berada di tangan Widodo C. Putro dan skuad barunya. Setelah musim yang mengecewakan, PSIS bertekad bangkit dan membuktikan bahwa Mahesa Jenar masih layak diperhitungkan sebagai salah satu kekuatan besar sepak bola Indonesia.
Artikel Terkait
Hamka Hamzah Mulai Tugas Baru sebagai Asisten Pelatih PSIS Semarang