Kebakaran TPA Jatiwaringin Meluas, Pemkab Tangerang Tingkatkan Status Tanggap Darurat

- Rabu, 01 Juli 2026 | 17:55 WIB
Kebakaran TPA Jatiwaringin Meluas, Pemkab Tangerang Tingkatkan Status Tanggap Darurat

Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, belum juga padam. Pemerintah Kabupaten Tangerang meningkatkan status tanggap darurat karena kobaran api terus meluas dan mengancam pemukiman warga.

"Kita tetapkan bahwa ini sudah masuk kategori darurat. Karena ini menyangkut masalah kesehatan masyarakat, menyangkut juga risiko daripada api yang terus menjalar," kata Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid di Tangerang, Rabu (1/7/2026).

Penetapan status darurat itu diambil setelah rapat evaluasi penanggulangan kebakaran pada Selasa (30/6) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), serta instansi terkait. Bupati telah mengeluarkan surat keputusan terkait peningkatan status tersebut.

"Ini menjadi pertimbangan karena dampak pastinya ada asap. Asap ini terbawa oleh angin dan dekat sekali ke pemukiman," ujarnya.

Peningkatan status ini didasarkan pada sejumlah indikator, antara lain meluasnya area kebakaran, lonjakan jumlah titik api, prakiraan musim kemarau, keterbatasan personel, dan cakupan dampak kejadian. Dengan status baru ini, Bupati berharap upaya penanggulangan bisa lebih maksimal dan melibatkan semua pihak.

"Dengan situasi ini, rencananya helikopter BNPB akan membantu untuk penyiraman api dari atas. Karena ada lokasi yang tidak bisa dimasuki oleh kendaraan," jelasnya.

Kedeputian Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Rabu pagi terus memantau kebakaran yang masih terjadi dan berpotensi meluas. Kepala BNPB Suharyanto menginstruksikan jajarannya segera menuju lokasi untuk melakukan asesmen lanjutan, berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dan memperkuat upaya pemadaman.

Berdasarkan hasil asesmen sementara, proses pemadaman terkendala karena material yang terbakar didominasi sampah dan bahan mudah terbakar. Titik api berada pada tumpukan sampah dengan ketinggian tertentu sehingga sulit dijangkau petugas. Kondisi diperparah embusan angin kencang dan cuaca panas yang menyebabkan api cepat menjalar.

Untuk mempercepat pengendalian, Suharyanto menginstruksikan pengerahan helikopter pengebom air. "Kita datangkan dua helikopter water bombing dan jika diperlukan lakukan operasi modifikasi cuaca," katanya.

Di darat, sebanyak 10 mobil pemadam kebakaran dari berbagai instansi dikerahkan. Petugas memfokuskan pemadaman pada area yang dapat dijangkau untuk menahan laju penyebaran api. Hingga saat ini, luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 15 hektare.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags