Dua helikopter water bombing dikerahkan untuk memadamkan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, yang telah berlangsung sejak Selasa (30/6) hingga Rabu (1/7). Helikopter jenis MI-8AMT dengan registrasi RA-22834 itu dikirim dari Provinsi Jambi dan sebelumnya melakukan persiapan di Pondok Cabe, Tangerang Selatan.
Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, mengatakan pemadaman dari udara difokuskan pada titik-titik yang tidak bisa dijangkau armada darat milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. "Saat ini sedang upaya pemadaman jalur udara di titik yang tidak bisa dijangkau oleh armada dari BPBD Kabupaten Tangerang. Kami harap tentunya api cepat bisa dipadamkan," ujarnya, Rabu (1/7).
Pemadaman darat tetap berjalan di area yang dapat dijangkau untuk mencegah api merambat lebih luas. "Armada damkar tetap melakukan pemadaman, jadi kami lakukan dua upaya sehingga api bisa dikendalikan," tambah Maesyal.
Selain water bombing, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga berencana melakukan modifikasi cuaca. Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan, menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mengevaluasi kondisi cuaca. "Kita lihat perkembangannya, jika diperlukan kita lakukan modifikasi cuaca, yang mana kita juga berkoordinasi dengan BMKG untuk mengetahui kondisinya (cuaca) saat ini," ungkapnya.
Kebakaran di TPA Jatiwaringin tercatat meluas hingga 15 hektare. Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang telah menetapkan status kedaruratan untuk penanganan bencana ini.
Artikel Terkait
Kebakaran TPA Jatiwaringin Meluas hingga 15 Hektare, Warga Dievakuasi
Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Padam, Status Darurat Ditetapkan
Kebakaran TPA Jatiwaringin Meluas, Pemkab Tangerang Tingkatkan Status Tanggap Darurat
Korban Tewas Ledakan Pabrik di Semarang Bertambah Jadi Satu Orang