Israel Akui Alami Pengeboman Terburuk Sepanjang Sejarah dalam Perang Melawan Iran

- Rabu, 01 Juli 2026 | 09:50 WIB
Israel Akui Alami Pengeboman Terburuk Sepanjang Sejarah dalam Perang Melawan Iran

Israel mengakui bahwa serangan udara Iran pada Februari hingga April 2026 merupakan pengeboman paling dahsyat yang pernah dialami negara itu. Pengakuan tersebut disampaikan oleh Moshe Patel, direktur Organisasi Pertahanan Rudal di bawah Kementerian Pertahanan Israel, dalam pernyataan resmi yang dirilis Selasa (30/6/2026).

Pernyataan itu disampaikan setelah serangkaian uji coba menyeluruh terhadap sistem pertahanan Iron Dome rampung dilakukan. Uji coba tersebut digelar bekerja sama dengan Rafael Advanced Defense Systems, produsen senjata Israel, untuk meningkatkan kemampuan sistem dalam menghadapi ancaman canggih. Teknologi yang diuji merupakan hasil evaluasi dari serangan Iran baru-baru ini.

"Sepanjang perang... kami menghadapi kenyataan yang belum pernah terjadi sebelumnya, berupa pengeboman berkelanjutan, yang membutuhkan fleksibilitas operasional luar biasa serta dukungan lapangan segera, dalam kondisi yang sangat sulit," kata Patel, seperti dikutip dari Anadolu, Rabu (1/7/2026).

Patel menambahkan bahwa Iron Dome tetap menjadi pilar utama sistem pertahanan udara berlapis Israel. Sistem tersebut dirancang untuk menangkis roket, senjata anti-tank, dan rudal balistik.

Meski Israel mengklaim Iron Dome berhasil mencegat ribuan roket dan ancaman udara lainnya selama perang, berbagai media Israel dan internasional kerap melaporkan kegagalan sistem tersebut dalam mencegat rudal dan drone. Hasil penyelidikan militer Israel pada Februari 2025 mengungkap kegagalan serius Iron Dome selama jam-jam awal serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Hampir setengah dari sekitar 3.700 roket yang ditembakkan dalam empat jam pertama gagal dicegat, sementara baterai pencegat habis dalam beberapa jam.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags