Gadi Eisenkot, mantan panglima militer Israel (IDF), resmi meluncurkan kampanye pemilu pada Selasa (30/6) untuk menggulingkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Pemilu Israel dijadwalkan berlangsung empat bulan lagi.
Dalam pertemuan elektoral pertamanya, Eisenkot menyerukan perubahan besar. "Kita akan mencatatkan sejarah bersama-sama," ujarnya. "Untuk masa depan Israel, kami harus memastikan Oktober mendatang, pemerintahan 7 Oktober telah mengakhiri perannya dalam sejarah."
Frasa "7 Oktober" merujuk pada serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 yang memicu perang Gaza di bawah kepemimpinan Netanyahu. Eisenkot, yang selama ini menjadi kritikus tajam kebijakan Netanyahu dalam perang tersebut, mendirikan Partai Yashar pada September 2023 sebagai kendaraan politiknya.
"Kami akan membuka lembaran baru dalam sejarah Israel, lembaran yang lebih baik, karena Israel harus menang dan akan menang," tegasnya.
Jajak pendapat terbaru menunjukkan Partai Yashar berpotensi meraih 22 dari 120 kursi parlemen, sementara Likud pimpinan Netanyahu diperkirakan mendapat 24 kursi. Eisenkot, putra pasangan Yahudi keturunan Maroko, kini mendulang dukungan besar, salah satunya dipengaruhi oleh gugurnya putranya saat bertempur di Gaza.
Artikel Terkait
Turki Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Internasional untuk Netanyahu atas Tuduhan Genosida
Menteri Keamanan Israel Serukan Pembunuhan 30-40 Warga Gaza Setiap Malam
Turki Minta Interpol Terbitkan Red Notice untuk Netanyahu
Layang-Layang dari Gaza Memicu Siaga Keamanan Israel