Mayoritas masyarakat menilai kinerja Polri semakin baik. Survei Litbang Kompas yang dirilis Juni 2026 mencatat angka kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian mencapai 80,6 persen, naik signifikan dari 76,2 persen pada tahun sebelumnya. Bahkan, 82,4 persen responden menyatakan yakin kinerja Polri akan terus membaik di masa mendatang.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan sejumlah kerja keras yang telah dilakukan untuk meningkatkan layanan dan merespons positif publik. Hal itu disampaikan dalam upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Rabu (1/7/2026).
"Polri senantiasa bertransformasi guna menghadirkan sosok yang humanis. Salah satunya diwujudkan dengan mengubah paradigma pengamanan unjuk rasa menjadi pelayanan penyampaian pendapat. Namun demikian, jika terdapat pelaku aksi anarkis, Polri akan melakukan tindakan tegas terukur agar Kamtibmas tetap terjaga," ujar Jenderal Sigit.
Jenderal Sigit menegaskan komitmen Polri untuk mewujudkan keamanan dalam negeri, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman. Ia merujuk pada The Global Safety Report 2025 oleh Gallup yang menyebut 83 persen masyarakat Indonesia merasa aman berjalan sendirian di malam hari.
"Pelaksanaan tugas Polri juga semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Survei Litbang Kompas yang dirilis pada Juni 2026 menyatakan bahwa terjadi peningkatan kepercayaan publik kepada Polri dari 76,2% menjadi 80,6%, serta 82,4% responden yakin bahwa kinerja Polri akan semakin baik di masa mendatang," ucap dia.
Hasil survei itu, kata Sigit, menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan dalam mewujudkan Kamtibmas yang kondusif, terutama menjelang momentum bonus demografi.
Digitalisasi Layanan Polri
Salah satu upaya transformasi yang dilakukan Polri adalah digitalisasi layanan. Kapolri menyebut akses publik terhadap pelayanan kepolisian diperluas melalui Super Apps Polri yang memuat SKCK online, perpanjangan SIM dan STNK online, serta berbagai fitur lainnya.
Di bidang penegakan hukum, Polri memberikan layanan konsultasi reserse secara luring dan daring. Pengawasan diperkuat melalui Dumas Presisi, Whistle Blowing System, dan QR Code Propam yang tersebar di fasilitas publik dan lokasi strategis.
Polri juga meningkatkan layanan pengaduan 110 yang telah beroperasi di 34 Polda dan 508 Polres. Layanan ini dirancang dengan waktu respons panggilan maksimal 10 detik. Akses juga ditingkatkan melalui fitur live chat pada Super Apps Polri.
Survei Litbang Kompas
Survei Litbang Kompas dilakukan terhadap 1.200 responden melalui wawancara tatap muka pada 9 hingga 18 April 2026. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi. Margin of error 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Responden juga ditanya mengenai keyakinan terhadap kinerja Polri ke depan. Sebanyak 82,4 persen menjawab yakin, 12,1 persen tidak yakin, dan 5,5 persen tidak tahu.
Artikel Terkait
Dedi Mulyadi Apresiasi Reformasi Polri di Tengah Tingginya Kepuasan Publik
Prabowo: Polri Harus Jadi Kompas Moral dan Jaga Kepercayaan Rakyat
Polri Blokir 278 Ribu Situs Judi Online, Tetapkan Lebih dari Seribu Tersangka
Hari Bhayangkara dan Urgensi Reformasi Polri yang Progresif