Netanyahu Tegaskan Pasukan Israel Tak Akan Tinggalkan Lebanon Selatan Selama Ancaman Hizbullah Masih Ada

- Rabu, 01 Juli 2026 | 01:05 WIB
Netanyahu Tegaskan Pasukan Israel Tak Akan Tinggalkan Lebanon Selatan Selama Ancaman Hizbullah Masih Ada

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa pasukan negaranya akan tetap berada di Lebanon selatan sampai ancaman dari Hizbullah benar-benar hilang. Pernyataan ini disampaikan setelah Lebanon dan Israel menandatangani pakta kerangka kerja dengan mediasi Amerika Serikat pekan lalu, yang bertujuan membuka jalan menuju perdamaian.

Dalam kesepakatan tersebut, penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon yang diduduki dikaitkan dengan pelucutan senjata Hizbullah oleh Beirut melalui pembentukan "zona percontohan" yang akan diambil alih militer Lebanon. Namun, Netanyahu menegaskan bahwa Israel tidak akan mundur sebelum ancaman itu lenyap.

"Posisi kami jelas, kami tidak akan meninggalkan Lebanon selatan sampai ancaman tersebut hilang. Dan selama Hizbullah, yang bersenjata, masih ada di sini dan mengancam kami, kami akan tetap berada di sini," ujar Netanyahu, Rabu (1/7/2026).

Ia juga meminta Iran dan Hizbullah untuk meninggalkan Lebanon selatan. "Kami katakan kepada Iran dan Hizbullah: tinggalkan tempat ini, kalian tidak lagi memiliki tempat di sini. Ada dua negara berdaulat yang ingin hidup dalam damai," katanya.

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz sebelumnya menekankan bahwa belum ada jadwal penarikan pasukan dari Lebanon, Jalur Gaza, maupun Suriah. Ia menyatakan bahwa pasukan Israel akan tetap berada di zona keamanan di wilayah-wilayah tersebut untuk melindungi warga dari ancaman.

"Kita harus tetap berada di zona keamanan di Lebanon, Suriah, dan Gaza, dan bukan untuk jangka waktu terbatas, guna melindungi penduduk dan komunitas kita dari ancaman elemen-elemen jihadis yang berasal dari wilayah tersebut," kata Katz saat menghadiri seremoni kelulusan akademi militer Israel.

"Kami menentang penarikan pasukan IDF dari zona keamanan di Lebanon, terlepas dari segala tekanan yang ada maupun yang mungkin muncul di kemudian hari," tegasnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags