Elon Musk Dikecam karena Promosikan Film Kontroversial yang Dituduh Anti-Muslim dan Anti-Imigran

- Rabu, 01 Juli 2026 | 17:00 WIB
Elon Musk Dikecam karena Promosikan Film Kontroversial yang Dituduh Anti-Muslim dan Anti-Imigran

Elon Musk menuai kecaman setelah mempromosikan film Citizen Vigilante kepada lebih dari 240 juta pengikutnya di platform X. Para kritikus menyebut film tersebut sebagai propaganda anti-migran dan anti-Muslim yang berbahaya.

Film thriller aksi tahun 2026 ini disutradarai oleh sineas asal Jerman, Uwe Boll, dan dibintangi oleh Armie Hammer. Citizen Vigilante langsung menuai kecaman internasional dan dianggap sebagai media propaganda anti-Islam serta anti-imigran yang sangat ekstrem.

Alur cerita berpusat pada tokoh Michael Sanders, seorang pria yang menjadi main hakim sendiri karena marah terhadap runtuhnya hukum dan ketertiban di Eropa. Sepanjang film, karakter utama secara spesifik memburu dan membunuh imigran, warga kulit hitam, serta membantai satu keluarga Muslim. Dalam salah satu adegan, Sanders menyampaikan pidato yang menyudutkan Islam, menyebutnya sebagai akar masalah kejahatan, dan menuntut para pemimpin Eropa menghentikan imigrasi.

Pemerintah Jerman secara resmi melarang penayangan film ini di bioskop maupun platform digital lokal karena dinilai tidak memiliki sensor usia dan secara terang-terangan menghasut kekerasan terhadap kelompok imigran. Kritikus film dari berbagai media global, seperti Variety dan Slate, mengutuk keras film ini dan menyebutnya sebagai karya sinema yang eksploitatif, tidak koheren, dan bangkrut secara moral.

Meski diboikot di banyak tempat, Citizen Vigilante justru populer di kalangan kelompok konservatif sayap kanan dan pendukung gerakan MAGA di Amerika Serikat. Elon Musk bahkan menayangkan film ini secara gratis di X selama dua hari, yang secara dramatis meningkatkan jangkauannya. Ia juga menulis, "Citizen Vigilante 2 akan lebih baik lagi."

Promosi Musk meningkatkan kekhawatiran atas penguatan retorika anti-migran di media sosial. Para kritikus memperingatkan bahwa memberikan salah satu platform terbesar di dunia untuk konten yang mengagungkan kekerasan main hakim sendiri berisiko menormalisasi narasi ekstremis yang berbahaya.

Ironisnya, aktor utama Armie Hammer pernah dituduh melakukan pemerkosaan, pelecehan seksual, dan kekerasan emosional oleh beberapa wanita pada 2021. Tuduhan tersebut memicu kejatuhan besar dalam kariernya di Hollywood, meskipun ia tidak pernah didakwa karena Kejaksaan Distrik Los Angeles memutuskan tidak ada cukup bukti.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags