Proline Patok Harga IPO Rp120 per Saham, Target Dana Rp62,75 Miliar

- Rabu, 01 Juli 2026 | 06:20 WIB
Proline Patok Harga IPO Rp120 per Saham, Target Dana Rp62,75 Miliar

PT Prodia Diagnostic Line Tbk (Proline) mematok harga final penawaran umum perdana saham (IPO) di level tertinggi, yakni Rp120 per saham. Angka tersebut merupakan batas atas dari rentang harga yang ditawarkan saat book building sebesar Rp100 hingga Rp120 per saham.

Anak usaha PT Prodia Widyahusada Tbk itu akan menerbitkan 522,9 juta saham baru, setara 30 persen dari total saham yang akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia. Dengan harga final itu, perseroan mengantongi dana segar Rp62,75 miliar, sebelum dikurangi biaya emisi.

Berdasarkan prospektus IPO yang dikutip Selasa (30/6/2026), mayoritas dana hasil IPO akan digunakan untuk melunasi pinjaman. Sebesar Rp35,66 miliar atau 57 persen dari total dana dialokasikan untuk membayar utang kepada PT Bank Central Asia Tbk dan PT Bank Pan Indonesia Tbk.

Selanjutnya, 28,92 persen dana akan digunakan untuk belanja modal, termasuk pembelian mesin, peralatan kalibrasi, kendaraan, perangkat lunak, serta penambahan AHU Lab Biomolekuler. Sisanya, sekitar 8,51 persen, akan dipakai untuk modal kerja seperti pembelian bahan baku, biaya riset dan pengembangan produk, serta biaya pemasaran.

Perseroan menunjuk Sucor Sekuritas sebagai penjamin emisi efek tunggal dalam IPO ini. Dengan demikian, Sucor bertanggung jawab menanggung 100 persen penjaminan saham yang ditawarkan.

Sesuai jadwal, Proline akan menggelar penawaran umum pada 1 hingga 7 Juli. Proses penjatahan dan distribusi saham masing-masing dilakukan pada 7 dan 8 Juli, sehingga saham dijadwalkan tercatat di bursa pada 9 Juli.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags