Korban Tewas Gempa Kembar Venezuela Tembus 1.943 Jiwa

- Rabu, 01 Juli 2026 | 07:05 WIB
Korban Tewas Gempa Kembar Venezuela Tembus 1.943 Jiwa

Jumlah korban tewas akibat gempa bumi kembar yang mengguncang Venezuela bertambah menjadi 1.943 orang. Proses evakuasi korban hingga kini masih berlangsung di tengah upaya pencarian yang terus dilakukan.

Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, menyampaikan data terbaru pada Selasa (30/6/2026). Ia menyebutkan bahwa sebanyak 15.866 orang kehilangan tempat tinggal dan 10.571 lainnya dilaporkan luka-luka. Pemerintah telah menyiapkan sejumlah posko pengungsian bagi warga terdampak.

"Dari data yang kami miliki saat ini tercatat korban luka-luka mencapai 10.571 orang dan sejauh ini 15.866 orang kehilangan tempat tinggal," kata dia. "Sementara itu kita sudah mendirikan 14 lokasi pengungsian di wilayah La GuairĂ¡. 55 lokasi pengungsian yang beroperasi di area Caracas, Miranda dan wilayah lainnya yang terdampak," tambahnya.

Hingga Senin (29/6), pemerintah Venezuela mencatat sekitar 1.700 orang tewas dan 5.000 lainnya terluka. Meski belum merilis angka resmi orang hilang, berbagai perkiraan menyebut jumlahnya mencapai puluhan ribu.

Amerika Serikat membantu membuka kembali Pelabuhan La Guaira sehingga bantuan kemanusiaan dapat kembali disalurkan. Personel militer AS juga membantu memulihkan operasional Bandara Internasional Simon Bolivar yang rusak akibat gempa.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sebanyak 27 negara telah mengirim hampir 40 tim pencarian dan penyelamatan, terdiri atas lebih dari 2.000 personel serta lebih dari 160 anjing pelacak.

Meski peluang menemukan korban selamat terus menurun setelah masa emas 72 jam lewat, harapan itu belum sepenuhnya pupus. Seorang pria berusia 21 tahun berhasil dievakuasi hidup-hidup dari reruntuhan di kota pesisir Tanaguarena pada Senin (29/6).

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags