Jumlah korban tewas akibat gempa bumi kembar yang mengguncang Venezuela bertambah menjadi 1.943 orang. Proses evakuasi korban hingga kini masih berlangsung di tengah upaya pencarian yang terus dilakukan.
Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, menyampaikan data terbaru pada Selasa (30/6/2026). Ia menyebutkan bahwa sebanyak 15.866 orang kehilangan tempat tinggal dan 10.571 lainnya dilaporkan luka-luka. Pemerintah telah menyiapkan sejumlah posko pengungsian bagi warga terdampak.
"Dari data yang kami miliki saat ini tercatat korban luka-luka mencapai 10.571 orang dan sejauh ini 15.866 orang kehilangan tempat tinggal," kata dia. "Sementara itu kita sudah mendirikan 14 lokasi pengungsian di wilayah La GuairĂ¡. 55 lokasi pengungsian yang beroperasi di area Caracas, Miranda dan wilayah lainnya yang terdampak," tambahnya.
Hingga Senin (29/6), pemerintah Venezuela mencatat sekitar 1.700 orang tewas dan 5.000 lainnya terluka. Meski belum merilis angka resmi orang hilang, berbagai perkiraan menyebut jumlahnya mencapai puluhan ribu.
Amerika Serikat membantu membuka kembali Pelabuhan La Guaira sehingga bantuan kemanusiaan dapat kembali disalurkan. Personel militer AS juga membantu memulihkan operasional Bandara Internasional Simon Bolivar yang rusak akibat gempa.
Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sebanyak 27 negara telah mengirim hampir 40 tim pencarian dan penyelamatan, terdiri atas lebih dari 2.000 personel serta lebih dari 160 anjing pelacak.
Meski peluang menemukan korban selamat terus menurun setelah masa emas 72 jam lewat, harapan itu belum sepenuhnya pupus. Seorang pria berusia 21 tahun berhasil dievakuasi hidup-hidup dari reruntuhan di kota pesisir Tanaguarena pada Senin (29/6).
Artikel Terkait
Balita Selamat Setelah Enam Hari Terjebak Reruntuhan Gempa Venezuela
30 Negara Kirim Tim Penyelamat ke Venezuela Pasca Gempa Dahsyat
Gempa Venezuela Hantam Dunia Sepak Bola: Pemain Kehilangan Istri dan Anak, Talenta Muda Tewas
Ayah dan Anak Selamat Setelah Empat Hari Tertimbun Reruntuhan Gempa Venezuela