Seorang ayah dan anak laki-lakinya yang masih remaja berhasil dievakuasi dalam keadaan hidup setelah hampir empat hari tertimbun reruntuhan bangunan akibat gempa kembar dahsyat yang mengguncang Venezuela. Peristiwa dramatis itu terjadi di Caraballeda, kota pesisir yang hancur lebur akibat gempa.
Proses evakuasi berlangsung pada Minggu (28/6) setelah tim penyelamat dari Amerika Serikat dan Prancis bekerja keras selama 12 jam menyisir puing-puing. Mereka menggunakan kamera pencari khusus dan bergerak hati-hati di tengah tumpukan reruntuhan yang tidak stabil untuk menjangkau korban yang terjebak.
Remaja laki-laki itu, yang usianya tidak disebutkan, dievakuasi terlebih dahulu. Ia ditemukan dalam kondisi tubuh penuh debu, dengan luka berdarah di lutut kanan dan perban pada tangan kanannya. Ayahnya, yang juga tidak diketahui usianya, dievakuasi berikutnya dengan kondisi serupa, hanya mengenakan selembar kain dan sebuah perangkat medis terpasang di tubuhnya.
Keduanya tampak sangat terguncang dan kelelahan. Mereka dievakuasi menggunakan tandu darurat dari kain ke ambulans yang bersiaga, lalu dibawa ke rumah sakit. Wartawan AFP di lapangan menyaksikan langsung proses evakuasi yang dramatis tersebut.
"Kondisi mereka sangat lemah, seperti halnya siapa pun yang terjebak di bawah reruntuhan selama empat hari, jadi kami berupaya semaksimal mungkin untuk menghidrasi mereka dan memberikan berbagai obat-obatan selama proses evakuasi, yang berjalan sangat lambat ini," ujar salah satu anggota tim penyelamat dari Keamanan Sipil Prancis.
Artikel Terkait
Bocah 13 Tahun Korban Pencabulan Tukang Fotokopi Jalani Pemulihan Psikologis
Pemerintah Turunkan Harga Gas Industri, Dasco: Kabar Gembira bagi Pekerja
Jakarta Penuh Warna: Perayaan HUT ke-499 yang Padukan Budaya, Olahraga, dan Pesan Kebersamaan
Trump Tuding Kandidat Wali Kota Washington Berhaluan Komunis