Polisi Lakukan Uji Forensik untuk Pastikan Keaslian Video Viral Inarasati dan Insanul Fahmi

- Sabtu, 18 April 2026 | 03:35 WIB
Polisi Lakukan Uji Forensik untuk Pastikan Keaslian Video Viral Inarasati dan Insanul Fahmi

Rekaman CCTV yang katanya menampilkan adegan panas antara Inarasati dan Insanul Fahmi masih jadi buah bibir. Tapi, apa benar isinya seperti yang digosipkan? Polisi sampai sekarang belum berani ambil kesimpulan.

Menurut penyidik Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya, status video itu masih abu-abu. Mereka sedang mendalami semuanya, mulai dari keaslian sampai isi kontennya. Soalnya, video yang beredar luas itu belum tentu asli. Butuh uji forensik digital dulu untuk memastikan.

Andaru Rahutomo dari Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya menegaskan, rekaman yang jadi sorotan itu akan dibedah habis oleh tim forensik digital.

"Digital forensik dilakukan untuk melihat keaslian video dan mencocokkannya dengan keterangan saksi serta kronologi kejadian," jelasnya, Jumat (17/4/2026).

Intinya, langkah ini penting banget. Mau tahu apakah videonya original, sudah diedit, atau malah sama sekali nggak nyambung dengan laporan yang masuk.

Di sisi lain, Insanul Fahmi sendiri sudah diperiksa lebih dulu. Nantinya, keterangannya dan pihak lain akan dicek silang dengan hasil analisis bukti digital tadi.

Jadi, polisi benar-benar belum bisa bilang apa-apa. Apakah rekaman itu memang memuat adegan seperti yang dituduhkan? Semua masih menggantung. Kunci jawabannya ada di tangan tim forensik yang sedang bekerja.

Prosesnya dinamis. Kalau dirasa perlu, penyidik juga bakal menghadirkan saksi ahli untuk memperkuat pembuktian.

"Setelah penyitaan, sekarang proses penganalisaan barang bukti. Apabila nanti dibutuhkan, keterangan ahli juga akan diperiksa. Ini akan berkembang sesuai kebutuhan penyidikan," pungkas Andaru.

Kasus ini masih terus bergulir. Masyarakat sebaiknya menahan diri untuk tidak berspekulasi. Tunggu saja pengumuman resmi dari pihak berwajib.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar