Gempa yang mengguncang Venezuela pekan ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan permukiman, tetapi juga meninggalkan duka mendalam di komunitas sepak bola. Sejumlah pemain kehilangan anggota keluarga, sementara beberapa pesepak bola muda dilaporkan ikut menjadi korban dalam bencana tersebut.
Salah satu kisah paling menyita perhatian datang dari Héctor Bello, pemain Marítimo de La Guaira, yang kehilangan istrinya, Andrea Bello. Dalam unggahan di media sosial yang banyak dikutip media internasional, Andrea disebut meninggal setelah melindungi putri mereka saat bangunan runtuh. Sang anak selamat dari reruntuhan. Bello kemudian menulis pesan emosional, berjanji akan menceritakan kepada putrinya kelak bagaimana sang ibu berkorban pada detik-detik terakhir.
Duka lain menimpa Lucas Trejo, pemain Argentina yang juga membela Marítimo de La Guaira. Berdasarkan laporan media berbahasa Spanyol, istri Trejo, Yanina Maranella, bersama dua anak mereka ditemukan meninggal setelah pencarian sekitar 72 hingga 74 jam pascagempa. Klub Trejo menyampaikan belasungkawa, menyebut keluarga tersebut ditemukan setelah pencarian intensif di tengah reruntuhan.
Tragedi yang menimpa Bello dan Trejo membuat perhatian publik tertuju pada sisi kemanusiaan bencana ini. Di tengah sorotan pada kerusakan dan operasi penyelamatan, kisah keluarga para pesepak bola itu memperlihatkan bagaimana gempa juga memukul kehidupan pribadi para atlet.
Pemain Muda Jadi Korban
Duka sepak bola Venezuela tidak berhenti pada keluarga pemain senior. FIFA dalam laporannya pada Jumat (26/6/2026) menyebut Federasi Sepak Bola Venezuela telah mengonfirmasi meninggalnya Yimvert Berroteran, pemain muda 18 tahun yang dikenal sebagai salah satu talenta menjanjikan. Selain itu, laporan media dan unggahan komunitas sepak bola menyebut pemain muda lain ikut menjadi korban, termasuk Razan Sijaa dari level U-18 dan Victor Palacios yang terkait dengan pembinaan usia muda. Detail tiap korban masih berkembang mengikuti pembaruan dari klub dan otoritas terkait.
Rangkaian kabar duka itu membuat sepak bola Venezuela berkabung di tengah upaya penyelamatan nasional yang masih berlangsung. Klub, rekan setim, dan komunitas suporter menyampaikan penghormatan kepada para korban, sekaligus doa bagi keluarga yang ditinggalkan. Bencana ini tidak hanya tercatat sebagai tragedi nasional Venezuela, tetapi juga pukulan berat bagi ekosistem sepak bola setempat.
Artikel Terkait
Golkar Siapkan Sanksi untuk Kader yang Terbukti Intimidasi Dokter Icha
Tito Karnavian Bantah Isu Dua Desa Masuk Malaysia, Sebut Indonesia Untung Besar
Mahasiswi Ditemukan Tewas di Kos, Diduga Akibat Sakit Jantung
Belanda vs Maroko di 32 Besar Piala Dunia 2026: Duel Hidup Mati di Monterrey