Golkar Siapkan Sanksi untuk Kader yang Terbukti Intimidasi Dokter Icha

- Senin, 29 Juni 2026 | 14:30 WIB
Golkar Siapkan Sanksi untuk Kader yang Terbukti Intimidasi Dokter Icha

Partai Golkar memastikan akan menjatuhkan sanksi kepada kadernya jika terbukti terlibat dalam dugaan intimidasi terhadap dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni, atau yang akrab disapa dr. Icha, saat bertugas di IGD RS Leona, Kefamenanu, Nusa Tenggara Timur. Wakil Ketua Komisi IX DPR Fraksi Golkar Yahya Zaini menyatakan bahwa DPP telah meminta DPD Golkar NTT melakukan investigasi internal.

“Kalau ada anggota DPRD dari Golkar yang terlibat akan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan organisasi. DPP sudah minta DPD Golkar NTT untuk melakukan investigasi terkait kasus tersebut,” ujar Yahya saat dikonfirmasi, Senin (29/6).

Selain itu, Yahya meminta Kementerian Kesehatan mengusut penyebab kematian dr. Icha secara terbuka. “Saya minta Kemenkes melakukan investigasi secara transparan penyebab kematian dari dr. Icha,” katanya. Ia juga mendorong aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini jika ditemukan unsur pidana.

Menurut Yahya, kasus ini harus menjadi momentum memperkuat perlindungan terhadap tenaga kesehatan. Ia menilai rumah sakit perlu memiliki SOP yang lebih jelas untuk melindungi tenaga medis saat bertugas. “Ke depan, perlindungan terhadap tenaga medis harus ditingkatkan jangan sampai kasus serupa terulang kembali di masa depan. Harus ada SOP dari RS terhadap perlindungan tenaga medis,” pungkasnya.

Kematian dr. Icha terus menjadi sorotan publik. Sejumlah perkembangan terungkap, mulai dari dugaan intimidasi oleh tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), penyelidikan polisi, hingga langkah pemerintah daerah dan Kementerian Kesehatan. Keluarga menduga dr. Icha mengalami depresi berat setelah diintimidasi oleh tiga anggota DPRD Kabupaten TTU terkait penanganan seorang pasien gigitan ular hijau.

“Mereka dalam keadaan mabuk saat masuk ke ruang UGD,” ungkap paman dr. Icha, Fabi Banase, Sabtu (27/6). Berdasarkan hasil pemeriksaan kejiwaan yang diterima keluarga, dr. Icha didiagnosis mengalami episode depresi berat tanpa gejala psikotik. “Salah satu di antara mereka berucap dengan nada tinggi, ‘Kau akan bertemu saya di Komisi III’,” tambah Fabi.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags