30 Negara Kirim Tim Penyelamat ke Venezuela Pasca Gempa Dahsyat

- Selasa, 30 Juni 2026 | 14:30 WIB
30 Negara Kirim Tim Penyelamat ke Venezuela Pasca Gempa Dahsyat

Regu penyelamat dari 30 negara telah dikerahkan untuk membantu operasi pencarian dan penyelamatan korban gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela pekan lalu. Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez menyatakan bahwa tim dari Vietnam dan Kuba menjadi yang terbaru tiba pada Selasa, 30 Juni 2026, untuk memperkuat upaya internasional yang sudah berlangsung.

“Kami terus melanjutkan upaya penyelamatan untuk mencari korban yang selamat. Regu lain dari Vietnam tiba hari ini, begitu pula tim penyelamat dari Kuba. Kami terus memperkuat kerja sama,” kata Rodriguez dalam pernyataan yang dikutip dari Antara.

Hingga Senin, sebanyak 30 negara telah mengirimkan personel dan peralatan ke Venezuela. Mereka tidak hanya terlibat dalam pencarian korban selamat, tetapi juga memberikan dukungan kepada masyarakat yang terdampak. Rodriguez menambahkan bahwa pemerintah telah mulai menilai kondisi bangunan yang rusak dan menyiapkan kamp-kamp sementara bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal.

Kementerian Perumahan Venezuela saat ini tengah menyusun program pembangunan rumah baru. Pemerintah menargetkan ribuan keluarga terdampak bisa memperoleh tempat tinggal baru pada akhir 2026.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Italia mengonfirmasi bahwa 11 warga negara Italia tewas dalam gempa tersebut, sementara 40 orang lainnya masih dalam pencarian. Italia telah mengirimkan lebih dari 100 personel, termasuk anggota badan perlindungan sipil, petugas pemadam kebakaran, tenaga medis, serta ahli pencarian dan penyelamatan. Bantuan kemanusiaan dan peralatan juga disalurkan melalui dua penerbangan pesawat angkut militer.

Gempa bumi besar berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela pada Rabu, 24 Juni 2026. Berdasarkan data resmi terbaru, jumlah korban tewas mencapai 1.719 orang, dan lebih dari 5.000 orang mengalami luka-luka.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags