PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) memutuskan untuk tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2025. Seluruh laba bersih yang diperoleh perseroan akan ditahan guna memperkuat struktur permodalan dan mendanai ekspansi bisnis, termasuk belanja modal atau capital expenditure (capex) yang mencapai Rp200 miliar pada 2026.
Manajemen SMIL menjelaskan, dana capex tersebut akan digunakan untuk pembelian forklift electric beserta lithium battery, serta pembangunan tiga workshop baru di kawasan Cikarang dan Karawang. "Seluruh laba perseroan digunakan memperkuat permodalan dengan capex hingga Rp200 miliar pada 2026," tulis manajemen dalam laporan hasil public expose, Selasa (30/6/2026).
Sepanjang 2025, SMIL mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 11,9 persen menjadi Rp409,28 miliar, dengan laba bersih Rp66,03 miliar. Kinerja ini ditopang oleh peningkatan pendapatan dari bisnis penyewaan alat serta penjualan forklift electric merek HELI.
Target Agresif 2026
Memasuki 2026, SMIL memasang target pertumbuhan yang lebih agresif. Perseroan membidik pendapatan lebih dari Rp500 miliar dengan laba bersih sebesar Rp128 miliar. Untuk mencapai target tersebut, SMIL berencana melanjutkan strategi ekspansi dengan meningkatkan pangsa pasar forklift electric sebagai pengganti forklift diesel.
Selain itu, perseroan akan memperluas penetrasi ke sektor pertambangan batu bara melalui penyediaan alat berat untuk kebutuhan operasional tambang. "Perseroan akan melakukan pengembangan di mining coal, menambah Workshop baru di Surabaya, Jawa Timur dengan ditunjang adanya revenue stream baru dari hasil sewa alat berat ke sektor batu bara," tutur manajemen.
Artikel Terkait
Kakek 81 Tahun Ditemukan Tewas di Hutan Selorejo Setelah Seminggu Hilang
Pranjs vs Swedia: Duel Sengit di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Harga Pokok Turun Saat MBG Dihentikan, Buruh: Program Itu Tidak Bermanfaat
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara, Hakim Andi Beri Dissenting Opinion